Wednesday, July 21, 2010

Susunan Pengurus Tumpuan

SUSUNAN PENGURUS
TUMPUAN TONDANG BORU PAKON PANAGOLAN SEJABODETABEK
MASA BAKTI 2009-2014
  • Dewan Penasehat
  • Ketua : Letkol (Purn.) Josia Tondang
  • Anggota :
  • 1. Pa Dompu Tondang
    2. Berlin Tondang
    3. Ny. K Tondang br Damanik
    4. Ny. M. Tondang br Silalahi
    5. Rupinus Tondang
  • Pengurus
  • Ketua Umum : Sy. Jonny Tondang
    Ketua I : Abdi Tondang
    Ketua II : Arman Tondang
    Ketua III : Robert Tondang
  • Sekretaris Umum : Halomoan Tondang
    Sekretaris I : Dompu Tondang
    Sekretaris II : Udutman Tondang
    Sekretaris III : Yohanes Sitepu
  • Bendahara Umum : Ny. Sembiring br Tondang
    Bendahara I : F. Nababan
    Bendahara II : S. Simarmata
    Bendahara III : Ny. Boyke Simbolon br Tondang
  • Koordinator
    Seksi Kerohanian : St. Markus Sinaga
    Seksi Adat : F. Nababan
    Seksi Sosial : Ny. Sahat Tondang br Simarmata
    Wilayah Tangerang: Ketua Tumpuan Tondang Tangerang
    Wilayah Bogor : Ketua Tumpuan Tondang Bogor

Anggaran Rumah Tangga Tumpuan

ANGGARAN RUMAH TANGGA (ART)

BAB I KEUANGAN

1. Bagi yang terdaftar sebagai anggota tumpuan, diwajibkan melunasi uang pangkal sebesar Rp. 20.000,- ( Dua puluh ribu rupiah ).
2. Setiap anggota, berkewajiban memberikan iuran bulanan sebesar Rp. 10.000,- (sepuluh ribu rupiah). Cara pembayaran iuran bulanan dapat dilakukan secara bulanan, berkala dan satu tahun
3. Bilamana anggota tidak memenuhi kewajiban sesuai ayat 1 dan 2, maka ia menjadi anggota tidak tetap sehingga tidak dapat mendapatkan seluruh hak-haknya
4. Jika anggota tidak memenuhi kewajiban sesuai ayat 1 dan 2 namun dinilai layak untuk dibantu maka dapat pertimbangkan diberikan hak sebagaimana hak anggota tetap. Pertimbangan ini diputuskan setelah mendengar masukan atau pertimbangan dan persetujuan dari pengurus harian dan penasehat
5. Hak anggota tetap diatur sebagaimana pada Bab II, III, IV dan V berikut.
6. Setiap anggota, bila memungkinkan sangat diharapkan untuk memberikan bantuan materi maupun perlengkapan (sumbangan sukarela).
7. Pengurus berkewajiban menyampaikan laporan keuangan sekali dalam 1 (satu) tahun yang mana tujuannya untuk menjamin adanya akuntabilitas dan transparansi dalam hal pengelolaan keuangan organisasi.

BAB II KEGIATAN SUKACITA

1. Jika anggota tetap punguan menikahkan anak laki-laki (Paoppohon anak), Tumpuan akan memberikan uang suka cita berupa tumpak sebesar Rp. 200.000,- (Dua ratus ribu rupiah) dan masing-masing keluarga manumpaki
2. Jika anggota tetap tumpuan menikahkan anak perempuan (Pajabuhon boru), Tumpuan akan memberikan uang suka cita berupa uang atau ulos yang nilainya setara dengan uang Rp. 200.000,- (Dua ratus ribu rupiah ).
3. Jika ada dari setiap anggota yang mengundang Tumpuan dalam rangka acara suka cita sesuai dengan undangannya, misalnya kebaktian dan resepsi atau perayaan, Tumpuan akan membantu melayani sesuai ketentuan adat dan kerohanian.
4. Setiap pengurus wajib aktif hadir dalam segala kegiatan Tumpuan.
5. Kepada anggota tidak tetap tidak mendapatkan hak sebagaimana diatur dalam ayat 1 dan 2, namun Tumpuan dapat mendorong anggotanya untuk memberi bantuan sukarela dalam bentuk tumpak dan dukungan tenaga maupun kehadiran

BAB III KEGIATAN DUKACITA

1. Jika anggota tetap tumpuan termasuk orang di luar keluarga inti yang tinggal di rumahnya, orangtua dan mertua yang tidak serumah dengannya meninggal dunia, tumpuan akan memberikan uang duka cita sebesar Rp. 200.000,- ( Dua ratus ribu rupiah)
2. Pengurus berinisiatif melakukan take and list kepada seluruh anggota baik anggota tetap maupun tidak tetap untuk membantu meringankan beban anggota yang mengalami dukacita di Jabodetabek.
3. Tumpuan melakukan pangapohon (penghiburan) ke rumah anggota tetap yang mengalami dukacita dengan membawa indahan sipaet-paet. Indahan sipaet-paet dibebankan kepada penerima arisan pada waktu tersebut, sedangkan penambahan biaya konsumsi oleh karena penambahan peserta pangapohan dari luar anggota arisan, dapat dibebankan pada kas tumpuan sebesar-besarnya Rp 200.000
4. Setiap pengurus dan anggota tumpuan wajib aktif hadir dalam segala kegiatan Tumpuan, baik duka dan sukacita.

BAB IV SAKIT

1. Jika anggota tetap tumpuan termasuk orang di luar keluarga inti yang tinggal di rumahnya, orangtua dan mertua yang serumah dengannya, mengalami sakit yang dirawat inap di Rumah Sakit sekurang-kurangnya 3 (tiga) malam berturut-turut atau tiga malam secara kumulatif dalam kurun waktu 1 (satu) bulan, tumpuan akan memberikan uang duka cita sebesar Rp. 200.000,- ( Dua ratus ribu rupiah) sebagai pengganti buah dengan intensitas 1 (satu) kali dalam setahun.
2. Kepada anggota tetap sebagaimana diatur dalam ayat 1, pengurus dapat mendorong anggota baik anggota tetap maupun tidak tetap untuk membantu meringankan beban anggota yang mengalami sakit menahun dan berkali-kali dirawat inap di rumah sakit.
3. Setiap pengurus dan anggota tumpuan wajib aktif hadir dalam kunjungan rumah sakit bagi anggota yang dirawat di rumah sakit

BAB V BENCANA

1. Jika anggota tetap tumpuan mengalami bencana, seperti kebakaran rumah atau tempat usaha, banjir dan longsor yang membawa korban luka parah sehingga dirawat, korban meninggal dan korban kerusakan rumah 80% akibat bencana, tumpuan akan memberikan uang duka cita sebesar Rp. 200.000,- ( Dua ratus ribu rupiah) dengan intensitas 1 (satu) kali dalam setahun.
2. Kepada anggota tetap sebagaimana diatur dalam ayat 1, pengurus dapat mendorong anggota baik anggota tetap maupun tidak tetap untuk membantu meringankan beban anggota yang mengalami bencana.
3. Kepada anggota tetap sebagaimana diatur dalam ayat 1, tumpuan melakukan kunjungan dan penghiburan.
4. Setiap pengurus dan anggota tumpuan wajib aktif hadir dalam kunjungan rumah sakit bagi anggota yang dirawat di rumah sakit

BAB VI KEGIATAN ADHOC

1. Program atau kegiatan punguan dapat ditambah dengan kegiatan insidentil (adhoc) yang dianggap perlu sesuai persetujuan melalui Rapat Pengurus Harian dengan mendengar masukan dari Penasehat dan Anggota Tetap, seperti Kegiatan Pesta Bona Taon, Arisan, Kebaktian Syukuran Tumpuan, Pemberdayaan Ekonomi dan Mudik Bersama
2. Kepanitiaan kegiatan adhoc dibentuk secara khusus
3. Sumber dana dari tondolan supak dan donatur serta sumber-sumber lain yang tidak mengikat

BAB VII TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB PENGURUS

1. Pengurus berkewajiban menjalankan tugas-tugas kesehariannya sebagaimana yang tertuang dalam AD dan ART tumpuan.
2. Penasehat dan Pengurus Harian (PH) berkewajiban memikirkan hal-hal apa yang dapat menambah kekompakan atau persatuan dan kesatuan anggota tumpuan, sehingga menjadi tumpuan teladan di tengah-tengah masyarakat.
3. Pengurus harian (PH) berkewajiban untuk menerima berbagai macam pemberitahuan/ masukan dari anggota untuk dicatat dan dibawa ke rapat anggota dalam bentuk musyawarah.
4. Untuk mendukung program Tumpuan, pengurus berkewajiban mencari sumber-sumber keuangan yang sifatnya tidak mengikat.
5. Pengurus bertugas untuk menginformasikan berbagai program dan kegiatan tumpuan, termasuk kegiatan pertemuan bulanan, kebaktian syukuran, arisan, kegiatan suka dan duka serta kunjungan anggota sakit dan tertimpa bencana
6. Pengurus menyiapkan pelaksanaan rapat pengurus, rapat anggota dan rapat luar biasa
7. Pengurus bertugas mengkoordinasikan kegiatan sosial, adat dan kerohanian, baik internal maupun eksternal tumpuan, misalnya kegiatan adat dengan tumpuan marga lain
8. Pengurus berkewajiban menyiapkan laporan keuangan, laporan kerja tahunan dan pertanggungjawaban di akhir masa kepengurusan.

BAB VIII PENUTUP
1. Segala sesuatu yang sudah ditetapkan dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Tumpuan ini, dapat ditambah dan dikurangi sesuai dengan Keputusan Rapat Anggota dan atau Rapat Luar Biasa.
2. Semoga tumpuan ini dalam lindungan dan bimbingan dari Tuhan Yang Maha Esa.
3. Anggaran Rumah Tangga ini berlaku sejak ditetapkan.


Ditetapkan di: Jakarta
Tanggal : 13 Juni 2010
TUMPUAN TONDANG BORU ANAGOLAN SEJABODETABEK
Pengurus

Anggaran Dasar Tumpuan

BAB I DASAR

1. Untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
2. Untuk meningkatkan kesatuan dan persatuan di antara anggota Tumpuan Tondang Boru Panagolan Sejabodetabek
3. Untuk mewujudkan kasih (holong) untuk saling membantu di antara anggota dalam berbagai aktivitas dan peristiwa suka dan duka dalam bidang sosial ekonomi dan budaya
4. Untuk meningkatkan komunikasi antar angota dan mempererat hubungan persaudaraan/kekerabatan antar anggota Tumpuan Tondang Boru Panagolan Sejabodetabek
5. Mengaktifkan identitas budaya dan eksistensi Marga Tondang di tengah-tengah masyarakat.

BAB II NAMA DAN TEMPAT

Nama organisasi (tumpuan) :
“ TUMPUAN TONDANG BORU PAKON PANAGOLAN SEJABODETABEK”
Alamat sekretariat di :
Jalan H. Bagol No.9 RT 08 RW 08 Kelurahan Ciracas, Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur
Telp. 021-8703531; Fax. 021-87703306;
Email: tondangku@yahoo.com,
Website: http://www.tondangku.blogspot.com

BAB III BENTUK DAN TUJUAN

1. Bentuk oraganisasi ini adalah: Organisasi paguyuban berbasis kekerabatan dan marga (genealogical based relationship) yang sifatnya sukarela, non partisan dan nirlaba.
2. Mempersatukan seluruh warga Tondang, Boru dan Panagolan yang berdomisili di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Cikarang (JABODETABEK)
3. Tujuan organisasi, yaitu: memberikan bantuan atau kerjasama dan kemitran dalam aktivitas sosial, ekonomi dan adat, bilamana ada sesuatu kegiatan atau peristiwa yang terjadi di tengah-tengah anggota baik itu suka cita, sakit, bencana maupun duka cita agar dapat saling tolong menolong .

BAB IV KEPENGURUSAN

1. Dalam rapat anggota yang ditentukan, akan dipilih penasehat dari para anggota yang sudah lebih berpengalaman dalam kehidupan (sesepuh) yang terdiri dari: Ketua Penasehat dan dibantu oleh beberapa orang anggota penasehat sesuai kebutuhan.
2. Struktur pengurus punguan terdiri dari: Ketua Umum, Ketua I, Ketua II, Ketua III, Sekretaris Umum, Sekretaris I, Sekretaris II, Sekretaris III, Bendahara Umum, Bendahara I, Bendahara II, Bendahara III, beberapa seksi yaitu Seksi Kerohanian, Seksi Adat, Seksi Sosial, dan jika diperlukan dapat diperluas dengan koordinator mewakili wilayah persebaran anggota.
3. Ketua I membidangi dana, pendidikan, seni budaya dan SDM. Ketua II membidangi sosial, kerohanian dan kepemudaan. Ketua III membidangi adat, hubungan masyarakat, organisasi dan keanggotaan
4. Seksi adat bertugas untuk menyiapkan teknis pelaksanaan kegiatan adat, seperti pernikahan dan kematian. Seksi kerohanian bertugas untuk menyiapkan tata ibadah dalam acara kebaktian termasuk kebaktian penghiburan. Seksi sosial bertugas untuk mempersiapkan pelaksanaan kegiatan sosial, seperti kunjungan orang sakit, penghiburan.
5. Dalam rapat anggota atau pertemuan, akan dipilih pengurus berdasarkan musyawarah mupakat atau jika diperlukan dengan voting atau suara terbanyak untuk menjalankan rencana/program organisasi yang mana struktur dan personalnya disesuaikan dengan keperluan.
6. Masa Kepengurusan berlaku selama 5 ( lima ) tahun dan akan diadakan pemilihan kembali dalam rapat anggota. Pengurus lama dapat dipilih kembali.
7. Jika terjadi kekosongan kepengurusan sebelum masa periodeisasi, maka dilaksanakan Rapat Luar Biasa
8. Setiap Anggota berhak mencalonkan diri dan dicalonkan untuk menjadi pengurus.
9. Rapat dianggap sah jika undangan disampaikan pengurus kepada seluruh anggota dan dihadiri separuh anggota tetap.

BAB V RAPAT PENGURUS

1. Sekali dalam 6 (enam) bulan pengurus mengadakan rapat untuk membicarakan rencana-rencana dan evaluasi rencana serta program organisasi yang telah dijalankan.
2. Jika pengurus harian tidak menjalankan tugasnya, sehingga rencana dan program tidak terlaksana, penasehat bertindak mengadakan rapat luar biasa untuk membentuk kepengurusan baru.
3. Jika ada sesuatu keadaan yang dianggap penting dan mendesak, pengurus dapat mengadakan rapat untuk keperluan sesuatu itu.

BAB VI RAPAT ANGGOTA

1. Sekali dalam 1 (satu) tahun pengurus mengadakan Rapat Anggota untuk membicarakan rencana-rencana dan evaluasi rencana serta program organisasi yang telah dan akan dijalankan.
2. Jika ada sesuatu keadaan yang dianggap penting dan mendesak, pengurus dapat mengadakan rapat anggota luar biasa untuk keperluan sesuatu yang mendasar.
3. Rapat dimulai dan diakhiri dengan doa

BAB VII KEANGGOTAAN

1. Yang disebut anggota organisasi, yaitu: Seseorang pemuda/i dan keluarga yang secara genealogis dan kekerabatan bermarga Tondang, Boru Tondang dan Panagolan Tondang yang berdomisili di JABODETABEK.
2. Anggota organisasi terdiri dari anggota tetap dan anggota tidak tetap.
3. Anggota tetap adalah anggota yang menjalankan seluruh kewajibannya sehingga berhak mendapat seluruh hak anggota. Kewajiban untuk menjadi anggota tetap adalah: mendaftar sebagai anggota, membayar uang pangkal, melunasi iuran bulanan dan mengikuti pertemuan bulanan sekurang-kurangnya sekali 3 (tiga) bulan, serta mengikuti program dan kegiatan tumpuan.
4. Sedangkan anggota tidak tetap adalah tondang boru panagolan yang berdomisili di Jabodetabek yang terdaftar namun tidak memenuhi seluruh kewajiban sebagai anggota sebagaimana diatur pada ayat 3, sehingga tidak berhak mendapat seluruh hak anggota.
5. Keluarga adalah suami istri dan anak-anaknya (keluarga inti) termasuk anak angkat dan anggota lainnya yang menetap satu rumah dengan keluarga inti
6. Pemuda/i adalah seseorang yang belum berumah tangga dan tinggal tidak serumah dengan orangtua kandungnya
7. Bagi seseorang atau keluarga sebagaimana disebut pada ayat 1, 2 dan 3 diharuskan untuk mendaftarkan diri kepada Sekretaris Tumpuan serta memenuhi kewajiban lainnya sebagaimana diatur dalam Anggaran Rumah Tangga (ART).
8. Keanggotaan dinyatakan berakhir jika : Anggota yang bersangkutan pindah domisili atau tempat tinggal di luar Jabodetabek dan melanggar AD dan ART.

BAB VIII INVENTARIS ORGANISASI / KEKAYAAN PUNGUAN

1. Yang disebut Inventaris atau kekayaan /asset organisasi adalah : uang kas yang ada di bendahara maupun yang di simpan di bank dan asset berbentuk barang (inventaris) yang pengadaannya dikumpulkan dari anggota di dalam organisasi.
2. Semua kekayaan organisasi adalah milik bersama anggota, selama lembaga ini masih ada / masih berdiri.
3. Pelaporan inventaris dan keuangan disampaikan kepada anggota setidaknya 1 (satu) kali setahun

BAB IX HAK ANGGOTA

1. Setiap anggota berhak mengikuti program dan kegiatan tumpuan
2. Angota berhak memilih dan dipilih sebagai pengurus tumpuan
3. Angota berhak mengikuti rapat anggota
4. Anggota berhak mendapat pelayanan rohani dan arisan melalui pertemuan bulanan.
5. Anggota berhak menerima bantuan dari tumpuan melalui Pengurus, sesuai dengan keperluannya yang diatur tersendiri dalam ART.

BAB X KEWAJIBAN ANGGOTA

1. Anggota berkewajiban memberi uang pangkal, iuran bulanan, bantuan kepada tumpuan melalui pengurus sesuai dengan keperluannya, yaitu : dalam bentuk moril dan materil dengan ikhlas dan sukarela.
2. Pengurus dan Anggota Tumpuan berkewajiban memberikan tenaga dan pikiran agar terlaksana semua rencana/ program tumpuan yang tertuang dalam AD dan ART .
3. Anggota berkewajiban menghadiri pertemuan bulanan dan menghadiri kunjungan kegiatan suka dan duka maupun kunjungan anggota sakit maupun bencana
4. Anggota membantu dukungan dana melalui take and list yang diperuntukkan untuk anggota yang sakit, duka cita maupun bencana.

BAB XI PENUTUP

1. Hal-hal yang belum diatur dalam Anggaran Dasar ini diatur dalam Anggaran Rumah Tangga
2. Anggaran Dasar ini dapat dirubah sesuai hasil Rapat Anggota
3. Anggaran Dasar ini berlaku sejak ditetapkan.

Ditetapkan di: Jakarta
Tanggal : 13 Juni 2010

TUMPUAN TONDANG BORU ANAGOLAN SEJABODETABEK

Pengurus

TAROMBO dan SILSILAH TONDANG


Disusun oleh : Jonny Tondang/Cijantung

Dengan dukungan Lembaga Silsilah Indonesia yang diketuai Prof. Dr. B.A. Simanjuntak (UNIMED), telah dilakukan penelitian untuk menggali silsilah Tondang di Simalungun tahun 1989-1990. Metode yang digunakan dengan content analysis (kajian kepustakaan), focus group discussion (FGD) dan indepth interview (wawancara mendalam) kepada sejumlah informan kunci yaitu tokoh Tondang yang paling dituakan di Simpang Hinalang, Hinalang, Sihalpe, Sibidik, Nagori Purba, Huta tano, Sukadame, Medan pakon Jakarta.




Dari hasil kajian ilmiah tersebut tidak ditemukan silsilah atau data yang valid tentang silsilah Tondang. Walaupun diragukan kebenarannya, ada beberapa versi yang ditemukan yang bisa dijadikan sebagai bahan kajian dan diskusi lebih lanjut, yaitu Versi Manorsa (Purba), Versi Sihombing Lumbantoruan bersama Girsang, Versi Takengon sebagaimana leluhur Purba Pak-pak (Parultop) dari Tungtung Batu (Dairi), dan Versi Bakkara. Versi Sihombing Lumbantoruan dapat dilihat pada Pohon Silsilah Sihombing.

Toga Purba

Salah satu pendapat yang cukup valid dan representatif adalah Versi Manorsa (Purba). Berdasarkan informasi dari Tokoh Purba bahwa Tondang berasal dari Purba Parhorbo. Toga Purba merupakan anak dari Raja Sumba.

Toga Sumba berasal dari Tipang. Dua do niombah ni Sumba tubuni Siboru Bunga Pandan aima botoni Lontung, aima Toga Simamora pakon Toga Sihombing. Hun Tipang pindah ma sidea hu Lumban Sipagabu na adong i atas ni Bakara. Adong do tiga (onan) ijia na margoran Sipagabu, isuan do ijai hayu dapdap na songon panjangkitan ni demban. Dua do binuat ni Toga Simamora, na parjolo lang marniombah, tapi niombah tubu ni inang na paduahon adong do tolu, aima Purba, Manalu, pakon Debataraja.

Pusok do uhurni inang na parlobei ai alani lang marniombah, lang tarpaida-ida sa imbangni na marniombah tolu halak, gabe laho ma ia itadingkon ma huta Lobu Sipagabu mandoppakkon hasundutan. Diihuthon Toga Simamora ma pargotongni ai ai holong do uhurni mangidahsi ge pe lang marniombah.

Mantadi ma side i Dolog Sanggul, matektek ma sanggul ni inang ai, alani ai do ase ianan ai igorani Dolog Sanggul. Hanjai ma si dea mardalan tombus hu dompak hasundutan (arah Dairi) manlewati harangan bulu, gabe igorani ma huta ai Sibuluan. Itorushon sidea ma mardalan dompak Dolog Pinapan, buei do batu ijai, ai do ase igorani huta ai Batuna Godang. Dokah do sidea marhuta ijai, ipadearma soponi, ima i topi ni Aek Sirahar. Buei do tubu hau rambe ijai, ai do ase huta ai igorani Rambe. I kehen ni huta ai domma adong parlobe marhuta marga Pardosi. Dob dokah ialop Toga Purba ma boru ni Pardosi bahen parinangonni na patoluhon. Tubu ma anak humbani boru pardosi on, ibahen ma goranni Somerham. Niombah ni Somerham tolu halak , mambuat goran sarupa pakon abangni ase podas sidea pajumpang, aima Purba, Manalu, Debataraja. Kuat dugaan pinompar ni natolu niombah ni Somerham on do marserak huta arah Dairi (Tungtung Batu/Purba Pakpak), Singkil (Cibro) pakon Aceh Takengon. Op. David Tondang (Simpang Hinalang) meyakini bahwa Tondang berasal dari Takengon.

Ia Toga Purba na hun huta Lumban Sipagabu, dong do tolu niombahni aima Sipantomhobol, Parhorbo, pakon Sigulang Batu. Niombah ni Sipantomhobol adong tolu aima Tuan Didolog, Pargodung, pakon Baligeraja. Nombah ni Sigulang Batu aima Partaliganjang. Niombah ni Parhorbo adong do tolu halak ai ma Parhoda-hoda, Marsahan Omas, Tuan Manorsa.
Niombah ni Toga Manalu aima Mangara Ruben pakon Mangara Dolog. Niombah ni Mangara Ruben aima Sorimanggu, Rumagorga, Sigukgukhi, Rumaijuk pakon Ruma Hole. Niombah ni Mangara Dolog aima Ruma Butar.

Niombah ni Toga Debata Raja aima Sanggu Marpasang. Niombah ni Sanggu Marpasang adong tolu halak aima Babiat Nainggol, Sampetua pakon Marbulang.

Tuan Manorsa Sebagai Salah satu Alternatif

Tuan Manorsa (anak ketiga dari Parhorbo) marhuta i Simargalung ai ma di Lobu Sunuk Huta Tinggi (i dolog ni huta Bakkara). Mangalop boru ma ia ijai, aima boru Pasaribu Habeahan ai ma boru ni Raja Ompu Lamak Nabolon Pasaribu. Tolu niombahni hunbani boru Pasaribu Habeahan on, aima Sorta Malela, Ompu Taraim pakon Ompu Soimbangon. Adong do pusaha hun bapani aima torsa-torsa ni hadatuon, alaniin do ase igorani ia Tuan Manorsa. Parjudi pakon datu do anggo Tuan Manorsa. Kuat dugaaan bahwa Pustaha Hadatuon Tuan Manorsa terakhir diterima oleh Ompu Hilang atap ompu Parhabonaron hun Sibidik.

Mambuat boru ma muse Tuan Manorsa aima boru Tamba, ai ma boru ni datu Parngongo hun Tamba. Marianan ma sidea on i huta Sitogi Tonggi Simamora. Totop do martinggili Tuan Manorsa pakon parinangonni ai, boru Pasaribu, pala do ibunuh inang boru Pasaribu ai. Alani biarni mangidah simatuani, lari ma ia rup pakon boru Tamba hu huta Pollung Marbun Habinsaran. Alai anggo anakni na tolu ai aima tubuni boru Pasaribu itadinghon do i huta Simargalung. Tubu ma anak ni Tuan Marnorsa na hun boru Tamba i Pollung, ibahen ma goranni Tuang Sunggu Raja atap Raja Binuang.

Ala totap ringis Raja Ompu Lamak Nabolon Pasaribu mangidah Manorsa, pala do ia mangeaki Manorsa hu huta Pollung huta ni Marbun, gabe lintun ma Tuan Manorsa hu huta ni simatuani na paduahon ai i Tamba. Itinggalhon do saparangguan Ogung Sibadar i huta Pollung. Kuat dugaan bahwa ogung on terkhir isimpan i harangan Sibadar Huta Tano. Di huta Tamba, tubu ma use sada anak na igorani Raja Ginomgom atap Raja Hinokhop. Goran turut do in alani tubuh ibagas gomgoman ni oppungni.

Pardalanan Tuan Manorsa hu Simalungun

Selain hadatuon, marburu dohot marultop do horja ni Tuan Manorsa. Sada panorang iultop ma sada anduhur bombon, sai ipaihut-ihut do parhabang ni manuk-manuk on dompak Simalungun. Sada panorang das ma ia i Saribudolog na igorani Hinalang Nabolag (antara Hinalang pakon Huta Tanoh), janah dapotsi do anduhur in ijia. Iseat ma anduhur bombon in, ipadarat ma boruranni, janah dapotsi ma ome na porngis. Isuan ma omein, alani napu/lombut ni tanoh ijia, iidah ma tubu ome in dear, marbuah jenges. Mangidah jenges ni tanoh ijia, sihol ma ia marhuta i Hinalang Nabolag. Mulak ma ia hu Tamba mangolop pargotong ni aima boru Tamba. Tapi dopkonsi das ia i Tamba, jumpahsi ma parinangonni ai na ibagas na boritan, parah do naboritni. Lang dokah, marujung goluh ma boru Tamba. Ge pe sonai pusok ni uhurni, domma sada uhur ni pindah hu Simalungun tano panuanan ome ai. Marhata sidear-dear ma ia hubani simatuani, hata partinggalan hubani simatuani, iboan ma anak ni nadua in hu huta Saribudolog. Tapi anggo anak ni natolu na humbani Boru Pasaribu tading do i huta Simargalung.

Dob piga-piga ari dokohni, mangareben ma ia hu Haranggaol manandanghon hadatuon pakon mantondur. I tongah robean in adong do huta namargoran Huta Suah naginomgoman ni Raja Simbolon. Mandapothon huta in hona udan ma Tuan Manorsa, gabe laho ma ia mantadi i huta Suah hu rumah ni Raja Simbolon. Ipataridahsi ma hadatuan ni hubani Raja Simbolon. Heran do parhuta ai ijia mangidah hadatuon ni Manorsa, mangidah in gabe ibahen Simbolon ma ia helani. Saut ma Tuan Manorsa gabe helani Raja Simbolon, alani ai pindah ma ia pakon dua niombahni (Tuan Sunggu Raja pakon Raja Hinokhop) hu huta Suah. Lang adong niombah hunbani boru Simbolon, tapi inang on do anggo napabanggal-banggalhon Sungguraja pakon Hinopkop. Lang piga dokah, gabe saut ma Manorsa gabe Tuan Huta Suah. Dokah do Tuan Manorsa nasongon raja i Huta Suah sonai age pinomparni, aima Tuan Sunggu Raja pakon Hinokhop. Dob dokahni margantih ma raja ijia ibahen ma gorani huta ai Purba Saribu. I Purba Saribu do anggo kuburan ni Tuan Manorsa. Domma dua hali makam ai irehab, aima taon 1936 pakon 1974.

Raja Hinokhop

Lang dapot data na aktual ise-ise do pinompar ni Tuan Sunggu Raja i Simalungun. Tapi anggo pinompar ni anggini, aima Raja Hinokhop sada do aima Ompu Bara. Niombah ni Raja Bara aima Tondang pakon Tambun Saribu. Niombah ni Tambun Saribu aima Binangara, Dolog Uluan pakon Partibi.

Lang adong data na akurat ise do pinompar ni Tondang. Adong mangkatahon tolo niombah ni Tondang, aima Silopak, Sihalpe, pakon SiHutatano. Huta ni Silopak aima daratan tanjung (topi tao) antara Sihalpe pakon Nagori. Pinompar ni Tuan Silopak, aima Nagori pakon Sibidik. Sada pinompar ni Nagori laho marhuta hu Nagori Purba. Anggo pinompar ni Sibidik adong do dua aima Pangihutan pakon Ompu Mirta. Ompu Mirta marhuta i Sukadame.

Pinompar ni Ompu Pangihutan aima sada dalahi aima Ompu Hilang pakon botoni adong 8 (ualuh) halak. Pinompar ni Ompu Hilang atap ompu Parhabonaron adong 4 (opat) pakon sada botoni. Naopat halak ai aima Ompu Jonggalam, Ibrahim, Jarmahodong pakon Jaidam. Tinggal do i Shalpe anggo Ompu Jonggalam pakon Jarmahodong, tapi anggo Ompu Jarmahodong pakon Jaidam marhuta do i Hinalang.

Lang adong data na akurat ise-ise do pinompar ni Tondang. Ase porlu ma namin isusun ise-ise do pinompar ni natolu niombah ni Tondang, aima pinompar ni Silopak, Sihalpe, pakon Huta Tano.