Wednesday, February 20, 2013

KONTROVERSI ASAL USUL LELUHUR SIMALUNGUN

KONTROVERSI ASAL USUL LELUHUR SIMALUNGUN

Kemarin (10/12/2012) dalam Seminar hasil penelitian dalam rangka penulisan sejarah Simalungun yang dilangsungkan di Disparsenibud Simalungun muncul perdebatan sengit tentang asal-usul marga dan raja di Simalungun. Tokoh-tokoh yang diundang hadir sebagai nara sumber yang mewakili keturunan raja-raja marpitu Simalungun yaitu Kamen Purba dari Panei, Jomen Purba dari Purba, abang sdr Satiaraja Girsang dari Silimakuta, Lasim Garingging dari Raya, Dermawan Purba Tambak dari Dolog Silou, Arifin Alamsyah Sinaga (Raja Muda Tanah Djawa) dari Tanah Djawa berbeda pendapat tentang asal-usul nenek moyang marga-marga/raja di Simalungun.

Dokumen arsip dari masa kolonial dan hasil penelitian peneliti asing jelas menerangkan bahwa selain leluhur raja Panei dan Dolog Silou yang tidak berketurunan Toba, selebihnya adalah berketurunan dari Samosir/Toba. Tideman dalam bukunya Simeloengoen dan laporan-laporan Ter Haar, Westenberg, Joustra, Tichelman dan Voorhoeve menyatakan jelas bahwa raja Siantar marga Damanik berasal dari Malau (Samosir)--ditulis juga oleh J. C. Vergouwen dalam bukunya "Adatrecht Toba Batak", Raya marga Saragih Garingging dari Simanindo Samosir (dibenarkan juga oleh Pdt. J. W. Saragih dalam makalahnya di Seminar Kebudayaan Simalungun tahun 1964), dan raja Tanoh Jawa marga Sinaga dari Urat Samosir.

Sedangkan untuk marga raja Purba dan Silimakuta disebutkan berasal dari Tungtung Batu dan Lehu di daerah Pakpak Dairi.

Dokumen para peneliti asing dan laporan pejabat kolonial Belanda itu mendapat penolakan dari perwakilan raja marpitu yang hadiri. Di bawah ini kami rangkumkan sbb:

1. Tuan Arifin Alamsyah Sinaga Sidadihoyong gelar Raja Mudah Tanah Djawa membantah nenek moyang mereka berketurunan dari Sinaga dari Samosir (Toba). Beliau menerangkan bahwa sebelum berdirinya Kerajaan Tanoh Djawa (perubahan dari Tatap Madaoh) sudah berdiri Kerajaan Batangiou dari marga Sinaga di Simalungun. Beliau juga menerangkan bahwa dulu banyak marga-marga pendatang dari Toba yang menyatukan dirinya dengan marga raja Tanoh Jawa (Sinaga), termasuk sebagian dari mereka-mereka atau oknum yang mengaku-ngaku berketurunan dari raja Tanoh Djawa. Menurut beliau, tidak semua partuanan di Tanoh Djawa berasal dari Raja Tanoh Djawa. Selenjatnya beliau juga menerangkan bahwa Tn Kaliamsyah Sinaga itu sebetulnya hanyalah pemangku bukan raja, sebab penerus raja Tanoh Djawa yang sah adalah Tuan Djintar Sinaga gelar Raja Naisimin. Sesudah Tn Djintar wafat maka Belanda mengangkat adiknya Raja Maligas Tn Sangmajadi Sinaga sebagai pemangku raja menunggu anak Tn Djintar Sinaga akil balik. Dijelaskan beliau juga bahwa sejak tahun 1933 keluarga besar Raja Tanah Jawa memeluk agama Islam.

2. Tn. Girsang Silimakuta menjelaskan bahwa penjelasan dari tim tentang Silimakuta ini dongeng dan mohon dijelaskan sumbernya. Menurut beliau Girsang dan Purba itu satu adanya, sejak dulu di Silimakuta tidak dibenarkan Girsang dan Purba kawin, sebab dianggap marsanina. Seteleh dijelaskan oleh Tim bahwa sumbernya dari arsip Belanda, beliau tidak mampu lagi memberikan komentar lanjutan!

3. Tn. Kamen Purba menjelaskan setuju dengan pemaparana Tim, "Saya setuju dengan penjelasan tentang Panei ini karena di Tim ada anak saya yang mengetahu sejarah keluarga besar kami". Beliau hanya memperbaiki ejaan nama yang salah ketik. Dan menambahkan penjelasan lanjutan tentang apa yang dia alami sendiri pada saat terjadi revolusi sosial tahun 1946.

4. DPP PMS menjelaskan setuju dengan penjelasan tim tetapi mohon kalimat tentang dari Samosir supaya dihilangkan, sebab penciptaan manusia hanya sekali terjadi di Taman Eden tidak pernah di Samosir. Menurut Sekjen PMS, Pusuk Buhit itu berlokasi di Sumatra.

5. Lasim Garingging akan berkordinasi dulu dengan Sariaman Saragih ketua Ihutan Bolon Garingging. Mengenai asal Sipinangsori dari Samosir beliau tidak bisa memberi tanggapan karena menurutnya kurang menguasai sejarah.

6. Djomen Purba sudah menulis sejarah Kerajaan Purba dan menyerahkannya ke tim. Menurut tulisan itu Purba Pakpak berasal dari Tipang (Bakkara) dari sana ke Tungtung Batu terus ke Purba Simaiungun. Menurut Djomen Purba Purba Pakpak masih bersaudara dengan Simamora, Sihombing dan Purba di Bakkara.

7. Sarmuliadin Sinaga (Himapsi) membantah asal-usul nenek moyang Simalugun dari Samosir, bahkan menurutnya justru marga Sinaga dari Toba yang berasal dari Simalungun. Nagur menurutnya sudah ada sejak abad ke-lima.

Setelah diskusi itu Tim menjelaskan sbb:
1. Sejarah bagi orang awam dan historian berbeda persepsi. Sejarah adalah peristiwa yang terjadi pada zamannya dan sumber yang paling mendekati kebenaran haruslah dicari dari zaman peristiwa itu terjadi. Untuk saat ini sumber sejarah yang paling tua dan dalam bentuk tertulis adalah dari zaman Belanda. Sumber lokal Simalungun hampir tidak ada. Satu-satunya sumber sejarah marga/raja di Simalungun yang masih bisa dibaca adalah dari Kerajaan Dolog Silou yang sudah pernah diteliti seksama oleh Dr Voorhoeve. Itulah sebabnya di tulisan mereka hanya keturunan Raja Dolog Silou-lah yang jelas disebutkan tidak berketurunan dari Toba.
2. Hendaknya dalam menulis sejarah ini kita harus objektif. Dan untuk saat ini dalam penulisan sejarah ini masih harus kita putuskan apakah kita mau menulis sejarha suku Simalungun atau sejarah daerah Tkt II Kabupaten Simalungun.
3. Akan dilanjutkan dengan pembahasan dari draft sejarah berikutnya (waktu dan tempat belum ditentukan).
  • Kurpan Sinaga Waktu itu kan belum ada nama Toba, sebutan Simalungun juga blom ada. Kok kita sebut berasal dari Toba atau berasal dari Simalungun?
  • Juandaha Raya Purba Memang belum ada istilah Toba atau Simalungun, tapi klaim Toba berkata semua orang Simalungun adalah keturunan mereka! Ini yang ditolak (sebagian) tokoh-tokoh yang hadir saat itu!
  • Friendky Sejati ejarah toba hanya sebagian besar mitos,kecil kemungkinan mempunyai fakta ilmiah...
  • Djaja Surapati Saragih Asal-usul Purba Pak pak versi Djomen Purba itu apakah sama dengan yang pernah ditulis D Kenan Purba ?
  • Edy M. Damanik Malau Akan lebih tepat kalau istilah KETURUNAN diganti dengan SAUDARA.
  • Dori Alam Girsang perlu di tilik kembali mengapa hanya arsip belanda saja yang ada sedangkan arsip lokal simalungun tidak ada..nah disini letak masalahnya,coba kita tarik lagi ke belakang belanda datang ke simalungun dengan misi apa?? yaitu misi penjajahan dan belanda akan selalu mengadakan trik adu domba.... dan mengapa sumber lokal kita abis nah coba tanyakan lagi yang habis kan siapa yaitu belanda dan zending yang mana dalam penjajahan semua pustaha2 pun turut raib,dan ketika sesorang simalungun masuk kristen mereka pun akan membakar pustahanya dan atw bisa juga menjual pustaha tsb ke belanda..hingga akhirnya sampai hari ini kita simalungun spt tidak memilki sejarah yang pas dan lalu pihak kawan kita toba pun mengeluarkan sebuah buku asal muasal orang batak dan tidak sedikit pula orang batak di seluruh duni meng iyakan isi buku tsb hingga akhirnya banyak pula orang simalungun pun mengaku datang dari toba
  • Berlian Saragih Lalab do ipermasalahkon asal-usul ni Simalungun tene, anjaha sai terpengaruh ope tong bani tarombo ai. Boi do tarjadi deba ompungta roh hun Samosir, tapi porlu do ipatangkas homa, hun ja do roh ni sidea ai paima hu Samosir. Anggo natulimati marga2 na adong i pesisir Timur Samosir, na targolong Sinaga, Manik ampa Naiambaton do ai ma marga na adong i Simalungun. Na i pesisir Barat legan homa do. Jadi, kesimpulan, na roh hun sekelililing ni Samosir do lobei sidea na i Samosir ai. Anggo adong na kaluar use hun Samosir,anjaha roh hubanta on wajar do ai, ai lang sai mendukung kondisi ni Samosir. Ase lobeinan do dong jolma i Simalungun ase i Samosir.
  • Ary Girsang jrp@ diatas sudah anda tulis girsang yg berkerajaan di silimakuta itu berasal dari lehu dan sudah dijelaskan pula keberadaan girsang di silimakuta.apakah anda keberatan dengan penjelasan Tn girsang itu?
  • Sita Damanik NAHAMA NATEPAT ASAL2TA HITA SIMALUNGUN ON DEAR2MA BAHEN NASSIAM -
  • Pardi Purba Horasma . Anggo nabasa draf bersambung dari halaman awal torus bani tiap marga raja nyambungdo sejara ai halani ipukka hu,mbani terjadinya wabah penyakit menular i sumatera timur wilaya Simalungun sonari jadi menghindari Wabah misir rame rame menyeberangi laut tawar sagala naselamat sehat das i samosir , bani panorang dob dokah mulak use hu tanoh hasusuranni sumatera timur aima Simalungun nuan aima najadi Raja i simalungun marga saragih garingging kira kira alurnya begitu . ulang ibasa sepotong sepotong. sehingga tarjalo seng nahun samosir tapi mulah han Samosir mangulaki asusuranni diatei tupa
  • Sita Damanik NAIMA TONGON HORASMA .
  • Pms Tebingtinggi luar biasa opung,lanjutkan untuk simalungun.....hasilni itorih hita bani generasita holi.............bani patunggunghon Simalungun.Horas..tetap semangat dalam kasih.......
  • Alie Saragih Menyimak
  • Juandaha Raya Purba Ary Girsang, sebagai anggota tim kami hanya mengumpulkan bahan penulisan termasuk dari arsip asing dan sumber lokal. Sayangnya dari tokoh yang mewakili raja marpitu itu hanya Djomen Purba yang lengkap menulis sejarah mereka lengkap dengan silsilahnya. Saya bukan menerima atau menolak bahwa Girsang dari Lehu bukan itu masalahnya. Masalahnya, kami tim berusaha seobjektif mungkin menulis sejarah tentu sesuai dengan data tertua yang bisa diperoleh, yang menjadi persoalan adalah ketika sesama yang mengaku marga raja-raja itu pun tidak sependapat tentang asal-usul nenek moyang mereka. Ini yang membuat tim menjadi bingung. Kita merujuk pada sumber tertua semua merujuk ke Samosir. Kita cross check ke marga yang bersangkutan mereka pun berbeda pendapat! Yang mewakili tokoh Girsang itu malah mengatakan Lehu itu bukan di Pakpak, sebab Lehu itu sama dengan Pakpak artinya dari puncak gunung dan banyak puncak gunung, demikian kata beliau. Beliau menolak pendapat yang mengatakan Girsang bukan Simalungun, Girsang itu berasal dari Simalungun tidak ada dari tempat lain! Ini yang membuat kita menjadi bingung! Sementara dari sumber lain yang kami wawancarai ada mengatakan bukan yang bicara itu tepat mewakili raja, tetapi saya! Demikian pula dengan Tanah Djawa, tidak punya pendapat yang sama, bahkan mengatakan jangan dengarkan si anu....!!!

    Kami tim menjadi bingung seribu bingung! Hanya Dolog Silou dan Panei yang sependapat! Mereka bulat mengatakan bahwa Raja Silou dulu adalah nenek moyang dari Purba Tambak, Purba Sidasuha, Purba Sidadolog dan Purba Sidagambir! Dan mereka semua sependapat karena memang hanya marga ini yang punya pustaha yang masih bisa kita baca sampai sekarang dan masih tersimpan di rumah Tuan Bandar Hanopan Silou Kahean!
  • Parlindungan Damanik Copi paste sedikit dari tulisan dibawah....-
    =================
    ....."Uju daksina ni Pasai ma harajaon Batak (Bata). Uju daksina ni harajaon Batak ma harajaon Aru. Raja ni Batak i ninna margoar ma Raja Tamiang (Tomyam), ra mangihuthon (manang diihuthon) goar ni sada sunge disi na margoar Tamiang, songon na hea dibaritahon halak Portugis naasing, ima Castanheda. Raja Tamiang gabe hela ni Raja Aru do ninna tingki i.

    Halak Portugis na sada nari muse, ima Pinto, mamaritahon ia raja ni Batak i ima Raja Timur Raya goarna. Raja Tamiang manang Timur Raya on nunga marugamo Islam, alai ninna sipata olo dope ibana margapgap di laut (bajak laut). Sada sian hopal na hea digapgap raja on ima Flor de la Mar (Bunga Laut). On ma sada sian opat hopal di bagasan armada na niuluhon ni Gubernur Jenderal Portugis, Alfonso de Albuquerque sian Malaka tu Goa. Tongon tanggal 1 Desember 1511, handas ma armada i uju mandapothon Pasai. Torop do na mate, maluha, jala mago pangisi ni kapal i, jala bahat muse dibuat arta sian i, alai anggo Albuquerque malua do..................
    https://www.facebook.com/notes/majalah-tatap-bacaan-kaum-terdidik-batak/asal-usul-batak-toba-oleh-dr-parakitri-simbolon/459471915024
  • Parlindungan Damanik copi paste sebagian terjemahannya dari link dibawah
    ==================
    ........"Sebenarnya, informasi terbaru yang dapat membantu kita sudah lama ada, yaitu tahun 1944, ketika terbit catatan perjalanan dari Tomé Pires yang disunting Armando Cortesao, The Suma Oriental of Tomé Pires : An Accounts of the East, from the Red Sea to Japan, written in Malacca and India in 1512-1515. Tomé Pires adalah seorang apoteker bangsa Portugis, Kepala Gudang Rempah-rempah Portugis di Malaka. Kemudian menjadi Duta Besar di Cina. Ratusan tahun catatan itu terselip di perpustakaan Prancis, kemudian ditemukan Armando Cortesao tahun 1937. Setelah diterbitkan tahun 1944, barulah sedikit terang gambaran tentang Nusantara, termasuk Sumatera di awal abad XVI.

    Catatan Tome Pires berawal dari Borneo (Kalimantan), Sumatera, Jawa, Nusa Tenggara, Banda, Seram, Ambon, Maluku dan pulau-pulau Karimun. Dikatakan, Pulau Sumatera (Camotora) luas dan makmur. Di awali dari berita Pulau Weh yang dinamainya pulau-pulau Gomez (Gamispola). Dari pulau di ujung Aceh itu, terus dia menelusuri Selat Malaka, mengelilingi Sumatera menuju Pastima (Barat) ke Pansur (Pamchur) dekat Barus, dan kembali lagi ke Pulau Weh (Gamispola). Selain Gamispola dan pulau-pulau disekitarnya, Tomé Pires mencatat ada 19 Kerajaan (Reino) dan 11 Negeri atau terra di Pulau Sumatera ketika itu.

    Selain Gamispola, dia kisahkan gambaran kerajaan Aceh (Achei) dan Biar Lambry, Pedir, Pirada, Pasai (Pacee), Batak (Bata), Aru, Arcat, Rupat, Siak (Ciac) Kampar (Campar), Tongkal (Tuncall), Indragiri (Amdargery), Capocam, Trimtall (Tongkal?), Jambi, Palembang (Palimbao) Negeri Sekampung (Çaçanpom), Negeri Tulang Bawang (Tulimbavam), Negeri Andalas (Andallos). Negeri Pariaman (Pirjaman), Negeri Tiku (Tiquo), Negeri Panchur, Negeri Barus (Baruez), Negeri Singkel (Chinqele), Negeri Meulaboh (Mancopa), Negeri Daya, Negeri Pirim (Pedir?). Disampaikan juga rentang daratan dari Siak ke Jambi, dari Pariaman ke Panchur ditepi Barat Sumatera, semuanya katanya, termasuk Negeri Minangkabau (Menamcabo), ada tiga rajanya. Ketika raja itu disebut bermukim di pedalaman.

    Pires menyebut bayak emas di Sumatera, ada dua jenis getah kayu yang dapat dimakan, namanya Camphor, ada juga lada, sutera, kemenyan, damar, madu, minyak tanah (pitch), belerang, kapas, rotan. Disebut juga banyak padi, daging, ikan (peda). Ada juga bermacam-macam minyak, tuak (wine) termasuk tampoy yang mirip anggur di Eropa. Bermacam-macam buah, seperti duren, yang enak sekali kata Pires [Artinya, begitu makmur wilayah itu ketika itu].

    Banyak negeri itu sudah memeluk agama Islam (Moor), tinggal sedikit yang bertahan memuja berhala (heathen). Di tepi pantai menuju Timur Sumatera, dari Selat Malaka sampai ke Palembang semua raja disana sudah beragama Islam, tetapi setelah lewat Palembang sampai ke Gamispola masih pemuja berhala, seperti raja-raja di pedalaman. Pires mengatakan bahwa dia sering mendengar berita tentang kebiasaan makan manusia di negeri pemuja berhala itu, misalnya dalam hal seorang tertangkap musuh.

    Aceh adalah kerajaan pertama yang diamati Pires disekitar Selat Malaka bagian Sumatera, baru kemudian wilayah Lambry. Agak masuk ke dalam itulah kerajaan Biar, jadi diantara Aceh dan Pedir. Keseluruhan wilayah yang disebut tadi tunduk pada kerajaan Aceh.

    Raja Aceh sudah beragama Islam, dan dikenal sebagai raja yang berkuasa disekitar kawasan itu. Bangsa Portugis menuding, terkadangraja Aceh masih melakukan perompakan di laut (bajak Laut). Sekali merompak bisa menggunakan sekitar 30-40 sampan (Panchara). Aceh disebut banyak menjual daging, beras, bahan pangan lainnya, arak setempat. Ada juga disebut lada, sekalipun tidak banyak.

    Ketika itu, kerajaan Pedir masih bermusuhan dengan Aceh, sangat menderita katanya Pedir diperlakukan oleh Aceh. Belum lama sebelum saat itu, Pedir katanya merupakan kerajaan yang disegani, dan sangat kaya dari hasil perdagangan. Banyak tadinya dari kerajaan yang sudah dikuasai Aceh, tunduk pada Pedir, seperti Aeilabu, Lide, dan Pirada. Sempat juga Pedir berkuasa di gerbang Selat Malaka bersaing dengan Pasai. Kerajaan Pedir masih tetap bertahan sampai tahun 1510, Ibukotanya (basis) sekitar 3 km ke arah hulu sungai. Sampai pada saat berita itu dicatat (1513) banyak orang asing dari berbagai bangsa bermukim di Ibukota Pedir itu. Sekalipun berada dalam masa perang dengan Aceh, kemegahan dan kekayaan Pedir masih kentara.

    Paling tidak katanya, 2 kapal dalam 1 tahun datang dari Cambay dan Benggala ke Pedir, 1 kapal dari Benua Quelim (Negeri Keling), dan 1 dari Pegu. Apabila musim angin laut tiba, segera berangkatlah banyak “yung” dan perahu, sekitar 20, berisi beras ke Trengganu, Kedah, dan Barus. Tetapi setelah Malaka ditaklukkan Portugis tahun 1511, mulai melemah perdagangan Pedir, terlebih setelah sultannya meninggal, Muzaffar Shah. Ada dua anak turunannya, tapi masih kecil karena itu terjadilah perebutan kekuasaan diantara punggawa-punggawa Pedir.

    Pedir sudah menggunakan uang. Uang kecil disebut ceitis, uang nilai besar disebut drama, bahan dari emas. Sedangkan uang Portugis (Cruzado) dinilai setara 9 drama.

    Sesudah Pedir itulah kerajaan Pasai (dikenal sebagai Camotora atau Sumatera). Pasai ketika itu sedang naik daun, segera setelah Portugis menguasai Malaka. Sebelah Utara Pasai, itulah kerajaan Pirada, dan ke arah Selatan itulah kerajaan Batak (Bata). Kerajaan Pasai, wilayahnya masih terus sampai tepi laut ke arah Barat itulah Lautan Hindia.

    Para pedagang dari segala penjuru angin, selain pedangang dari Timur, pada berdatangan ke Pasai, seperti pedangang Rume [Bizantium?], Turki, Arab, Parsi, Gujarat, Keling, Benggali, Melayu, Jawa dan Siam. Tetapi kalau pedagang dari Timur, perginya ke Malaka. Karena Saudagar dari Timur adalah pedagang-pedagang besar katanya. 10 x Pasai belum dapat mengimbangi Malaka.

    Kebanyakan orang Pasai katanya, adalah campuran turunan Benggali/ Keling dan orang Pasai asli. Ibukota Pasai itulah yang disebut Sumatera, penduduknya sebanyak 20.000 orang, jadi sudah terbilang besar. Raja Pasai sudah memeluk Islam 60 tahun sebelum tahun 1513. Raja yang digantikannya masih pemuja berhala, sedikit demi sedikit digerogoti saudagar-saudagar beragama Islam. Setelah masuk Islam, muncullah paradigma baru, siapa saja yang berani dapat membunuh raja, asal beragama Islam. Kalau berhasil (membunuh) jadi raja dia. Pandangan ini katanya berasal dari Benggala, ketika itu masih hidup pandangan seperti itu di Benggala.

    Nah, ke arah Selatan Pasailah letak Kerajaan Batak (Bata). Ke arah Selatan Kerajaan Batak terletak Kerajaan Aru. Raja Batak bernama Raja Tamiang (Tomyam), nama itu kemungkinan mengambil nama salah satu sungai di daerah itu bernama Tamiang, seperti pernah diberitakan seorang Portugis lain, Castanheda. Raja Tamiang katanya menantu dari Raja Aru, ketika itu.

    Seorang Portugis lainnya, Pinto, mengabarkan bahwa Raja Batak itu namanya Raja Timur Raya. Raja Tamiang atau Raja Timur Raya ini sudah beragama Islam, tetapi kadang kala masih mau merompak di laut (bajak laut). Salah satu kapal yang pernah dirompaknya adalah Kapal Flor de la Mar (Bunga Laut). Inilah salah satu dari 4 kapal armada yang dipimpin Gubernur Jenderal Portugis, Alfonso de Albuquerque dari Malaka ke Goa. Tepat pada tanggal 1 Desember 1511, kapal tersebut kandas ketika mendekati Pasai. Banyak meninggal, terluka, raib semua muatan kapal itu, dan banyak harta benda dirampas, tetapi kalau Albuquerque melarikan diri................

    http://hojotmarluga.wordpress.com/2008/09/25/89/#respond
    http://www.facebook.com/notes/majalah-tatap-bacaan-kaum-terdidik-batak/asal-usul-batak-toba-oleh-dr-parakitri-simbolon/459471915024
  • Parlindungan Damanik buku "DAMANIK PEWARIS KERAJAAN NAGUR" dapat dipesan langsung kepada Ir.Jani Rudi Damanik hp 0813 17128115 dan Ir James P Damanik di 0812 10802516. harga 50 rb tidak termasuk ongkos kirim dan Bapa Juandaha Raya Purba
    https://www.facebook.com/photo.php?fbid=447840295255160&set=t.100000875801555&type=3&src=https%3A%2F%2Ffbcdn-sphotos-g-a.akamaihd.net%2Fhphotos-ak-prn1%2F560295_447840295255160_1928569564_n.jpg&size=467%2C708
  • Parlindungan Damanik Tambahan tentang Damanik
    Juandaha Raya Purba
    Bagi yang bermiant dapat menghubungi Ihutan Bolon Damanik Siantar Simalungun Ir Panner Damanik di 08126201890 (ketum) atau Pandapotan Damanik (Sekum) di 081361219111 atau Juandaha Raya Purba di fb saya. Harga buku Rp 50.000/eks tambah ongkos kirim di luar Siantar. Sertakan alamat pos yang jelas!
    ========
    https://www.facebook.com/photo.php?fbid=188609831185456&set=t.100000875801555&type=3&src=https%3A%2F%2Ffbcdn-sphotos-e-a.akamaihd.net%2Fhphotos-ak-snc6%2F228363_188609831185456_3010307_n.jpg&size=720%2C501
  • Masrul Purba Dasuha Sebenarnya solusinya sederhana saja, silakan dipanggil beberapa org arkeolog. Lakukan perbandingan usia fosil dan artefak yg paling tua yg dimiliki marga Simalungun dengan marga yg mengaku sbg induknya di Toba. Selain terbakar, pustaha Simalungun kemungkinan banyak juga yg terkubur di dalam tanah. Klw di Amerika ada teknologi satelit foto yg bisa melihat segala sesuatu yg terkubur hingga kedalaman ratusan meter, alangkah bahagianya bila para sejarawan dan arkeolog Indonesia bisa memanfaatkan alat ini.
  • Parlindungan Damanik Hubungan Keluarga Kerajaan Spolha dengan Kerajaan Siantar yaitu Bapa Raja Parmata Manunggal Damanik dengan 2 Puang Bolon yaitu :
    1. Kerajaan Sipolha dari boru Manurung Uluan Sibisa (putri Napuan boru Raja Mangatur Manurung ) putranya Raja Uluan
    2. Kerajaan Siantar ,Bandar dan Sidamanik satu Keturunan dari Puang Bolon boru Saragih Silapuyang putranya Raja Namaringis.
    https://www.facebook.com/photo.php?fbid=157859950927111&set=a.157859820927124.29610.100001093223245&type=1&ref=nf
  • Juandaha Raya Purba http://www.faktailmiah.com/2012/05/14/asal-usul-suku-suku-di-indonesia.html
    www.faktailmiah.com
    Indonesia merupakan salah satu negara dengan keanekaragaman suku bangsa terbesar di dunia. Terdapat setidaknya 400 kelompok etnis dalam wilayah negara ini. Sebuah pertanyaan besar adalah dari mana suku-suku ini datang atau siapakah nenek moyang kita? Sebuah lagu memberikan gambaran ringkas: nenek mo...
  • Juandaha Raya Purba http://harunarcom.blogspot.com/2012/09/asal-usul-nenek-moyang-bangsa-indonesia.html
    harunarcom.blogspot.com
    sebenarnya aku udah lupa dengan asal usul bangsa indonesia.tapi berkat postingan ini, aku ingat kembali.. trima kasih ilmunya pak..salam sukses sejahtera indonesiaku..
  • Juandaha Raya Purba http://en.wikipedia.org/wiki/Batak
    en.wikipedia.org
    Batak is a collective term used to identify a number of ethnic groups predominantly found in North Sumatra, Indonesia. The term is used to include the Toba, Karo, Pakpak, Simalungun, Angkola and Mandailing, which are distinct but related groups with distinct, albeit related, languages and customs (a...
  • Neldy Sigumonrong saya mau bertanya tentang marga purba penjelasan Bpk Jomen Purba: dibakkara mayoritas penduduknya marga purba, tpi kenapa di bakkara bukan marga purba yag jdi penguasa jaman dulu, justru marga sinambela. berartikan marga purba yg dibakkara jaman dahulu kala pendatang dan bisa saja datangnya dipanggil oleh penguasa jaman itu karena kelebihan yg dimiliki sipurba?
  • Panogu Sipayung Au paimahon do hassa, sonaha do sobotulni asal usulni hita simalungun on.
  • Juandaha Raya Purba NS ibanta pe bahat do sonai masa, i Raya paima Garingging Sumbayak do raja, sonai i Panei, paima Dasuha marga Saragih Dapoldas do raja, sonai i Nagur Usang, paima Garingging Damanik na ijai raja! Lang apala hal na luar biasa ai! Jadi boi do masa Purba i Bangkara asalni tapi dobni Sinambela gabe raja halani kalah porang atap pengaruh boi do masa sonai! Lumrah do ai bani sejarah ni sada bangsa!
  • Sita Damanik NAIMA TONGON .
  • Ridwan Helmi Ratu Agung Pendapat sdr Arifin Alamsjah Sinaga yg menyatakan bhw Radja Kaliamsjah Sinaga adlah Pemangku bukan Radja Tanah Djawa adalah pendapat orang yg stress, nyata2 Radja Kaliamsjah Sinaga adalah Radja Tanah Djawa yg terakhir...Sdr Arifin mengaku2 Radja Muda...nyomot dari mana gelar tersebut. Di Keradjaan Tanah Djawa tidak mengenal adanya Radja Muda....saya sarankan Sdr Arifin membaca tulisan saya di Majalah Sauhur,Edisi 21 Terbitan Mei/Juni 2012 dan kalau ybs tidak punya nanti saya kirimkan 1 expl.
  • Karles Hasiholan Sinaga semangat sekali membahas Asal Usul,
    Kami Sinaga Bonor Pande Simalungun atas memang adalah saudara Tua Sinaga Dari Toba,
    kemudian Ompung Baruku br. Purba Pakpak putri tuan Khinalang yang terakhir juga mengaku bersaudara dengan Simamora,
    kalau menurut Bapak bahwa Putra Tertua dari Pangultop-ultop itu ya Tuan Hinalang,
    Saya coba search di internet dan atas masukan sejumlah Pihak, maka saya beranikan diri membuat Tarombo Sinaga Sesuai beberapa versi yang saya dapatkan.
    Dan akan aneh kalau Sinaga Girsang Sipangan Bolon tidak merasa bersaudara sedarah dengan Sinaga Urat karena kalau dilihat di peta Girsang Sipangan Bolon, parapat dan Urat serta Palipi adalah sangat dekat.
    Masukannya di tunggu.
    http://batak.web.id/Forumumum/topic/tarombo-marga-sinaga-pomparan-sinaga-raja
  • Ridwan Helmi Ratu Agung @ Lawei Karles HS...Maaf Lawei Saya tidak sedang membahas asal usul Sinaga tapi saya hanya meluruskan apa yg dikatakan Sdr Arifin terhadap kedudukan Mertua saya Radja Kaliamsjah Singa di Keradjaan Tanah Djawa.
  • Erond L Damanik tentang Batak Toba sebagai awal diaspora jelas salah betul. Bukti-bukti arkeologis, tidak ada yang mendukung bahwa, orang Simalungun berasal dari Toba. Kalaupun ada tokoh yang mengaminkan bahwa Orsim berasal dari Toba, jelas adalah penyesatan. Baca buku orang Batak Berasal dari Gayo. Jadi, arus migrasi yang sesungguhnya adalah dari pantai timur sumatera dan bukan dari pantai barat. Hal ini sejalan dengan pendapat dari Daniel Perreet itu. Ter Haar, Tideman dan Wismar bukan arkeolog.
  • Rajin S Saragih Bahen nassiamma naha kesimpulanni tene, ase nabotoh. Botohanma Nassiam.
  • Mahdani Sinaga Pernyataan Arifin adalah pernyataan orang Gila!!!. Dia ingin menonjolkan diri supaya dianggap orang hebat,malah sebaliknya Dia dianggap orang udah stres...,ini jaman udah Republik bro...,yg ada duit yg jadi Raja.., tak usah gila2 Rajalah. DiTANAHJAWA TAK ADA ISTILAH RAJAMUDA. Kita ingat itu..
  • Karles Hasiholan Sinaga Lawei Erond L Damanik : keluarga kami orang Simalungun yang berasal dari Toba. setidaknya kami ada (kalau dianggap deviasi boleh2 aja).
  • Juandaha Raya Purba Nah ini yang membuat pusing tim penulis sejarah yang kebetulan dari USU itu Ketua Jurusannya adalah orang Jawa. Pernyataan Arifin Sinaga ditolak mentah-mentah oleh Helmi dan Mahdani.

    Karena kita ingin objektif menulis sejarah. Itulah alasannya sehingga saya mengusulkan supaya asal-usul raja itu tidak perlu dibahas. Kita langsung kepada Simalungun sebagai suku bangsa dan entitas politik yang pernah hadir di Sumatera Timur. Kalau pun kita bahas kita harus merujuk pada naskah tertua yang menjelaskan asal-usul marga itu. Tampaknya untuk buku ini, yang bisa kita teruskan adalah Kerajaan Panei, Dologsilou, Nagur, dan Poerba. Sebab hanya ini yang sependapat seluruh keturunanya bahwa mereka bukan dari Samosir, tetapi dari tempat-tempat tertentu yang sudah mereka setujui bersama: Panei dan Dologsilou dari keturunan Raja Silou, Nagur dari India dan Poerba dari Tipang Bangkara.

    Akan halnya Raya, Silimakuta dan Tanah Djawa untuk kali ini mungkin harus diadakan lagi kesepakatan di antara sesama keturunannya supaya sejarah kita tidak bias dan bisa diterima semua pihak. Kita tidak ingin buku ini menjadi bahan perdebatan, kita berupaya supaya buku ini bisa diterima semua pihak, sebab memang kita bukan ingin menuntaskan asal-usul orang Simalungun tetapi kita ingin sesuai dengan keinginan pemkab Simalungun menentukan sejarah perjalanan Simalungun dari zaman prasejarah sampai tahun 1950. Sekaligus penentuan kapan sebetulnya nama Simalungun itu muncul dan dipakai secara resmi sebagai nama daerah Simalungun saat ini!
  • Mahdani Sinaga Juandaha@ sering sekali saya perhatikan Topik yg dibahas menyimpang dari kontex pembahasan, kita berbicara asal usul Simalungun malah Arifin bicara ttg keberadaan dirinya sbg Rajamuda, nah ini kan dah menyimpang, itu jg kalo pernyataan nya itu benar, Ini tambah ngawur nya.. Semua kerajaan Simalungun pasti punya masalah di internal keluarga besar,ketika bicara sejarah simalungun jgn justru masalah intrnal yg dibicarakan lah..,inilah makanya kukatakan dia udah stres.
  • Juandaha Raya Purba Nah itu tadi masalahnya, supaya buku ini tidak makin memperpanjang perdebatan dari sesama marga raja-raja itu, maka kita lewatkan saja mereka yang masih asyik 'berkelahi' (untuk mereka selesaikan dulu) dan mendengar dari keturunan raja-raja yang siap untuk menjadi narasumber penulisan buku ini. Kita tidak ingin tim habis energi hanya untuk mendengarkan perdebatan para keluarga keturunan raja-raja itu, sementara pembahasan kita adalah menemukan titik terang "kapan sebetulnya nama "simalungun" itu resmi muncul!

    Itulah sebabnya seperti saya katakan terdahulu, kita kan menulis prakolononial Simalungun dengan uraian tentang keberadaan masyarakat pribumi Simalungun sebelum masuknya Belanda tentu dalam hal ini perkembangan sosial politik Simalungun (dalam hal ini raja-raja) dan yang berkaitan dengan asal-usul yang bisa menuai perdebatan akan kita minimalisir atau mungkin kita lewatkan saja, kecuali dari pihak keluarga yang sudah sepakat tentang sejarah mereka seperti keluarga raja Dologsilou, raja Panei, raja Siantar dan Poerba!
  • Mahdani Sinaga Nah kalo ada pembahasan formal (seminar)ttg hal harajaon Marpitu, mewakili Tanohjawa diundanglah yg sbnarnya, kan msh ada anak uwak saya Raja Kaliamsyah Sinaga di Bogor, no.hpnya ada sama aku,kalo perlu biar kukasi.atau kontak ke Lawe saya Ridwan helmi,jedi biar jelas.
  • Juandaha Raya Purba Masalahnya kawan kita ini yang justru mengatakan pihak lain tidak ada yang berhak memberi penjelasan tentang Tanah Djawa selain dia, karena katanya dialah pewaris langsung dari raja Tanah Djawa Djintar Sinaga Sidadihoyong gelar Raja Na isimin. Jadi sulit juga mendatangkan yang lain, sebab Arifin Sinaga itu mewakili raja Tanah Jawa dalam Forum Komunikasi Keturunan Raja Marpitu yang dibentuk Bupati Simalungun dan dia yang dibawa kemarin ke Bali studi banding itu! (maaf kalau sudah mencampuri urusan internal Sinaga Tanah Djawa).
  • Dori Alam Girsang bukan mau menyalah2 kan juga atw bagaimana lah itu namanya... yang namanya raja-raja simalungun tiap2 kerajaan pasti ada partuanon2 nya dan sangat di harapkan sekali setiap kerajaan2 ini membentuk forum dlu mungkin sebut saja si lima kuta yang sekarang menjadi penerus raja silimakuta kita sebut saja dahulu satia girsang,seharus beliau mengkoordinir semua partuanon2 na lima na adong i sab silimakuta misal ket tuan naga mariah,rakut besi,si turi2,nagasaribu,mardingding dan dolog mariah,dan ketika rapat antara partuanon ini mereka harus juga memanggil saudara kami girsang yang ada di lehu saat ini...saat ini Girsang ttp ada di lehu,cuma Girsang yang ada Lehu tidak memakai sub lagi,hanya di silimakuta Girsang memakai sub nya ,sebut saja Girsang Jabu Bolon,Nagodang,Rumah Parik,Parhara dan Bona Gondang....
  • Dori Alam Girsang maka tentu nya data2 yang akan di keluarkan tidak miskin...saya sangat menyesalkan sekali seorang Satia Girsang memberi data yang begitu "miskin"
  • Juandaha Raya Purba Yang hadir kemarin dalam pertemuan itu adalah Satiaraja Girsang tetapi diwakilkan kepada abangnya dari Nagasaribu (namanya saya lupa).
  • Dori Alam Girsang saya sangat2 tidak setuju sekali apabila data yang di keluarkan sangat miskin sekali...sangat2 di sayangkan.....kayak main2 saja
  • Ridwan Helmi Ratu Agung @ Lawei Juandaha RP.....Menurut saya pendapat Ambia Erond L Damanik adalah benar... seluruh kerajaan2 yg berada di Simalungun bukan berasal dari Toba dalam hal ini termasuk Keradjaan Tanah Djawa, apalagi masih terdapat 15 orang Raja di Tanah Djawa yg belum diketahui nama2nya dan kuburannya berada di Parmagotan...Lawei Juandaha.kalau kita bicara sejarah pastilah kita berbicara fakta, fakta sejarah Radja Kaliamsjah Sinaga adalah Radja Terakhir Tanah Djawa beliau diangkat atas dasar musyawarah/Rapat Pemangku Adat keradjaan Tanah Djawa dihadapan Jenazah Oppung Sang Madjadi dan sesuai pula dengan persetujuan dari Puang Salak dan Puang2 yg lain..Demikian pula halnya dng Oppung Sang Madjadi Sinaga beliau semula memang ditunjuk oleh Puang Bolon dari Oppung Nasimin namun kemudian beliau dikukuhkan oleh rapat Pemangku adat kerajaan Tanah Djawa yg saat itu dijabat oleh Oppung Hutabayu Marubun bahwa pengganti Oppung Nasimin adalah T Sang Madjadi...jadi jelas bhw Sdr Arifin adalah seorang pembual dan stress.
  • Juandaha Raya Purba Yang miskin itu bukan dari semua kerajaan, ada juga naskah yang otentik seperti dari Dolog Silou, malah dari Panei Tn Kamen masih ada menyimpan silsilah kelurga raja Panei yang ditulis pada tahun 1930-an dan ditandatangani oleh raja Panei Tn Bosar Sumalam Purba. Jadi tidak bisa kita samaratakan!

    Sebagai sejarawan tentu pihak USU hanya akan menulis yang seperti mereka katakan "Sejarah sesuai degan zamannya dan sumbernya yang paling dekat dengan peristiwa sejarah itu terjadi"!
  • Dori Alam Girsang saya juga senada dengan anda coba deh perhatikan komentar ku itu
  • Juandaha Raya Purba Nah yang begini seperti disebut lawei Ridwan yang sebisa mungkin kita hindarkan! Kita tidak ingin buku ini jadi bahan perdebatan panjang yang tidak sesuai dengan tujuan kita membuat buku ini yaitu memunculkan kebanggan orang Simalungun bahwa dia punya sejarah! Sebab pernah Castles menulis bahwa batak tidak punya sejarah!
  • Juandaha Raya Purba Lawei Ridwan, tetapi saya punya naskah tulisan Radja Kaliamsjah Sinaga "Het Grondrechten in Landschap Tanah Djawa, Leiden, 1937) yang menulis tentang asal tanah Djawa yang disebutkan dalam tulisan beliau bahwa Sinaga marga Raja Tanah Djawa berasal (afkomstig naar Urat Samosir). Jadi sesuai dengan tarombo Toba yang disebut Karles Sinaga itu!
  • Ridwan Helmi Ratu Agung @ Lawei Juandaha...Kalau Silsilah.. Keradjaan Tanah Djawa juga ada sillsilah dari Radja Pertama ( yg diingat oleh Oppung ) sampai dengan masa Oppung Sang Madjadi..Silsilah tersebut ditanda tangani sendiri oleh Oppung Sang Madajdi.Dan saat ini silsilah tersebut berada di Lawei Irwansyah Sinaga/Partuanan Hutabayu Marubuin.
  • Ridwan Helmi Ratu Agung @ Lawei Juandaha...
    Memang saya pernah mendengar sendiri dari Tulang Kaliamsjah bahwa Sinaga Simalungun berasal dari Toba tapi dlm pembicaraan tsb beliau menyatakan "KATANYA". Jadi saya sendiri ragu2.
  • Juandaha Raya Purba KALIAMSJAH SINAGA, Het recht op de woeste grond in het landschap
    Tanoh Djawa (S.O.K.). Tijds. 79, p. 202-220.dalam tulisan beliau bahwa Sinaga marga Raja Tanah Djawa berasal (afkomstig naar Urat Samosir).http://www.abebooks.fr/rechercher-livre/auteur/SINAGA--
    www.abebooks.fr
    AbeBooks est une plate-forme en ligne internationale de livres neufs, d'occasion, anciens et épuisés.
  • Ridwan Helmi Ratu Agung Diattei Tuppa Lawei....gimana caranya lawei kalau mau beli tulisan tsb....soalnya linknya bhs Prancis...ada link yg bhs arab atau Parsi enggak Lawei...he..he..he..
  • Iwan Sinaga Juandaha Raya Purba :
    Saya hanya menambahkan saja khusus mengenai Kerajaan Tanah Jawa:
    Bahwa kami dari Keturunan Raja Tanah Jawa tdk ada yang berkelahi, berselisih ataupun apa namanya.
    Saya Iwan Sinaga, Mahdani Sinaga, juga Ridwan Helmi menantu dari Raja Kaliamsjah dan yang lain adalah dari Pertuanan2 yang berbeda, namun mengenai Raja2 di Tanah Jawa semua sepakat dan sepaham kecuali Arifin Sinaga yang mempunyai kepentingan pribadi atas silsilah ini.
    Perlu saya jelaskan bahwa Raja Djintar mempunyai bbrp istri. Dari tiap2 istri mempunyai keturunan. Namun hanya 1 orang istrinya yang menjadi puang bolon. Keturunan Raja Djintar dari Puang Bolon inilah yang seharusnya mewarisi jadi Raja. Namun keturunan Raja Djintar dari Puang Bolon hanyalah seorang putri Silandit Bou yang menjadi istri Tuan Mahassar dari Sipolha. Sedangkan keturunan yang lainnya bukanlah dari puang bolon (termasuk opungnya si Arifin Sinaga) maka diangkatlah Sangmajadi menjadi Raja tanah Jawa ( mengenai pengangkatannya baca tulisan Ridwan Helmi, dan kami sepakat dengan tulisan tsb krn mmg begitulah sebenarnya yang kami tau dari orang tua dan leluhur kami).
    Mengenai siapa istri Raja Djintar yang menurunkan generasi sampai ke Arifin Sinaga tdk perlu kita bicarakan disini, yang jelas bukan dari keturunan Puang Bolon.

    Nah yang menjadi persoalan disini adalah ketika para ahli sejarah mengadakan seminar, diundang keturunan Raja yang mewakili Raja2 Marpitu.
    Kriteria mewakili keturunan Raja ini yang tdk jelas. Apakah mmg seseorang yang mewakili itu ditunjuk dari intern keluarga Kerajaan tersebut?
    Faktanya adalah pihak Bupati Simalungun yang menghunjuk sdr Arifin Sinaga sebagai yang mewakili Kerajaan Tanah Jawa. Karena dia yang ikut ke Bali dan diangkat sebagai pewaris Kerajaan Tanah Jawa secara sepihak oleh Bupati\Pemkab Simalungun.
    Pihak Pemkab\bupati Simalungun membutakan mata dan men tuli kan telinga bahwa keturunan Kerajaan Tanah Jawa mempunyai ikatan kekeluargaan yang resmi (akta notaris) yaitu Ihutan Bolon Sinaga Harajaon Tanah Jawa, Boru pakon Panogolan.
    Padahal pihak Pemkab Simalungun tau adanya Ihutan Bolon ini ketika dilaksanakannya Pesta Rondang Bintang ke 27 di kec. Tanah Jawa.
    Maka Pemkab Simalungunlah yang sengaja memperkeruh situasi ini (tdk tau apakah ada unsur2 politisnya atau tidak)
    Dan Panitia seminar hanya mengamini saja siapa2 yang diundang pihak Pemkab Simalungun.

    Padahal secara pribadi lawei Juandaha Raya Purba, diluar dr acara seminar (katakanlah di Media Simalungun ini) mengenal bbrp keturunan Kerajaan Tanah Jawa seperti: saya sendiri, Mahdani Sinaga, Ridwan Helmi mewakili Raja Kaliamsjah yang lebih mengetahui sejarah Kerajaan Tanah Jawa (pengetahuan kami sama ttg kerajaan tanah jawa tdk ada yang berbeda satu dengan lainnya, walau dari Partuanan2 yang berbeda).
    Panitia tidak pernah mau tau ttg hal tsb, maka tdk pernah di dpt cerita benar ttg Kerajaan Tanah Jawa, malah hanya mendengar pendapat2 pribadi si Arifin sinaga yang hanya menonjolkan dirinya dan menganggap yang lain palsu, sementara dia sendiri ga tau apa2 ttg sejarah.
    Ketua "Ihutan Bolon Sinaga Kerajaan Tanah Jawa, boru pakon Panogolan" adalah Arwansyah Sinaga yang merupakan adik kandung Arifin Sinaga yang justru berpikiran sama dengan kami semua yang di Ihutan Bolon krn dia tdk mempunyai ambisi pribadi, dan tidak akan membelokkan sejarah Kerajaan Tanah Jawa.
  • Ridwan Helmi Ratu Agung Kalau suhu saya dah turun gunung kayaknya semua jadi clear....jadi mudah2 untuk peserta berikutnya adalah utusan resmi dari Ihutan Bolon Sinaga.
  • Masrul Purba Dasuha Biasanya itu saling tarik menarik, klaim mengklaim. Kasus ini hampir sama dgn pengakuan Tulang Sahat Damanik sebagai Raja Siantar. Agar tidak menimbulkan masalah yg berkepanjangan, menurut saya, kedua versi ttg Tanah Jawa baik dari pendapat Arifin Sinaga dan Bang Iwan Sinaga cs ditampilkan saja di buku itu, pembaca nanti kan bisa menilai. Dlm ilmu sejarah, perbedaan pendapat dan versi itu adalah hal biasa, agar tdk menimbulkan masalah, alangkah bijaksananya kalau semua perbedaan itu diakomodir.
  • Juandaha Raya Purba Iwan Sinaga, Mahdani Sinaga dan Helmi terimakasih atas masukannya. Memang ada keterangan dari bukuTideman tentang Tanah djawa menceritakan kasus keluarga di kerajaan Tanah Jawa tentang perebutan kekuasaan antara Tuan Naposo dengan tuan Raja Maligas. Apakah ini yang terus berkepanjangan sampai saat ini? Karena kasusnya hampir sama dengan di raya antara Tuan Dologsaribu dengan Tuan Hapoltakan, bedanya kalau di Raya, keduanya ini sebetulnya berhak sebab masing-masing beribukan dan beisterikan Purba Dasuha dari panei dan Bajalinggei! Tetapi penjelasan lawei semua pastilah berguna untuk masukan ke pertemuan berikut. Hanya kami tidak bisa juga campur tangan dengan masalah keluarga tanah jawa ini. Mungkin sebagai titik tengahnya kami akan tuliskan ttg tanah jawa berdasarkan sejarah t jawa yang pernah ditulis oleh Tuan Musa Sinaga, dalam tulisan itu ada titik tengah antara pro samosir dengan yang menolak, karena beliau berkata bahwa muharaja berasal dari jawa merantau ke aceh dan akhirnuya sampai di urat lalu ke girsang dan terakhir menjadi raja di tanah jawa! Mohon pendapatnya, sebab tim tidak ingin buku itu nanti akhirnya menjadi bahan perdebatan yang tidak penting, sebeb sebetulnya tim ingin mencari kapan nama simalungun dipakai resmi untuk menentukan hari jadi simalungun!
  • Iwan Sinaga Salah satu bukti ketidak tahuan Arifin Sinaga ttg sejarah adalah yang mengatakan thn 1933 Keluarga besar Kerajaan Tanah memeluk agama Islam.

    Alm Haji Mangipuk Sinaga, ayahanda saya lahir thn 1924 terlahir sebagai Islam, begitu juga kakak2 yang diatasnya terlahir sebgai Islam.
    Opung nini saya Tuan Sanggah Goraha Sinaga, ayah dari opung saya Radja Ihut Sinaga masuk Islam ketika di tawan di Batubara pada thn ± 1888, di Islamkan oleh datuk Batubara.
    Opung Sanggah Goraha Sinaga dibebaskan Belanda ketika akan dilaksanakan Pengangkatan Tuan Djintar menjadi Raja.
    Opung Sanggah Goraha sebagai Pemangku Adat Harajaon Tanoh Jawa yang akan memimpin Harungguan Bolon utk pengangkatan tuan Djintar sebagai Raja.
    Oleh krnnya Puang bolon (ibunda Tuan Djintar) meminta kepada Pemerintah Belanda agar op Sanggah Goraha Sinaga dibebaskan (baca tulisan saya di Maroeboen.blogspot.com)
  • Komunitasjejak Simaloengoen pelurusan sejarah....berpijak pada akal sehat dan logis.....mari kita perjuangkan....
  • Mahdani Sinaga Pemkab Simalungun atau institusi apapun yg ingin membahas ttg Sejarah Simalungun hendaknya jangan hanya sebatas seremonial2 atau seminar2 saja dgn peserta yg sesungguh nya Buta akan kebenaran Sejarah, hendaknya harus lah objektif berdasarkan risert yg bnar2 ilmiah, masih bnyak benda2,artefak2,situs2, bersejarah yg perlu penelitan Arkeologi utk mendukung keterangan kisah2 dari para orang2 tua atau para sejarawan. Pernahkah itu dilakukan di hamparan Tanah Simalungun ini?. Saya dah trlalu sering mengikuti seminar2 spt ini yg hanya terkesan menghambur2kan duit,tanpa hasil yg jelas. Jangan2 masih ada candi2 yg tertibun di Simalungun ini menjadi bongkahan gunung, pernahkah kita memikirkan itu??
  • Iwan Sinaga Juandaha Raya Purba :
    Kekisruhan Tuan Naposo dengan Tuan Raja Maligas berkepanjangan sampai saat ini, itu tdk benar. Seperti yang saya katakan ketua ihutan bolon kami adalah Arwansyah Sinaga yang notabene adik kandung Arifin Sinaga, beliau kami angkat atas aklamasi atau keinginan kami bersama (dari Partuanon2 kerajaan Tanah Jawa).
    Hubungan silaturahim kami dengan Arwansyah dan adik2nya kebawah sangatlah baik. Sangat tdk etis sy menceritakan bagaimana silaturahim Arifin Sinaga dengan saudara2 kandungnya.

    Kekisruhan yang pernah terjadi itu adalah ketika op Raja Djintar meninggal dunia, dimana pewaris tahta yang sah adalah seorang putri istri dari Tuan Mahassar dari Sipolha.
    Pemangku Adat dan perangkat Kerajaan mengangkat Tuan Sangmajadi menjadi Raja. Dan itu Sah sesuai dengan ketentuan adat yang berlaku di Kerajaan Tanah Jawa.
    Namun Keturunan Raja Djintar yang lain keberatan krn mereka menginginkan jadi raja, tapi aturan adat tdk dpt menjadikan mereka jadi Raja.
    Pertanyaannya : mengapa mereka tidak diangkat jadi Raja?
    Boru apakah dan dari manakah istri Raja Djintar yang keturunannya ngotot ingin menjadi Raja?
    Saya tdk dpt menjelaskannya di Forum terbuka ini, krn menurut saya tidak etis kalau saya yang menjelaskannya. Kalau ingin mengetahuinya, silahkan saja menanyakan langsung kepada keturunannya.
    Kasus ini berbeda dengan yang diraya, apabila cerita ini sdh di dapat maka kita2 semua disini akan paham mengapa Raja Sangmajadi menjadi raja, bukan kepada keturunan Raja Djintar.

    Dan saya sangat yakin disini banyak keturunan dari opung Raja Djintar yang mengikuti diskusi ini.
  • Sita Damanik BAGUSLAH ITU .
  • Mahdani Sinaga Banyak "Petualang2" sejarah memanfaatkan kelemahan Dirjen Kepurbakalaan,dan Badan Arkeologi Nasional utk menjadikan mengklaim dirinya sebagai penulis atau sejarawan tnp didukung penelitian ilmiah,maka akan hancurlah kita oleh "Petualang2" ini.
  • Sita Damanik MUDAH2ANLAH JANGAN TERJADI JG GITUAN .
  • Iwan Sinaga Kepada Lawei Juandaha Raya Purba saya menghimbau, apabila ada seminar2 mengenai Kerajaan2 di Simalungun yang berkaitan dengan Kerajaan Tanah Jawa agar "Ihutan Bolon Sinaga Harajaon Tanoh Jawa, Boru pakon Panagolan" diundang, krn disanalah berkumpul seluruh keturunan Kerajaan Tanah Jawa.
    Ihutan bolon tsb sah berdiri dengan akta notaris, juga terdaftar di Pemkab Simalungun ( instansi yang menangani hal itu) juga di PMS.
    Pemkab Simalungun jangan pura2 tdk tau akan keberadaan "Ihutan Bolon Sinaga Harajaon Tanoh Jawa, Boru pakon Panogolan" diatei tupa atas perhatiannya.
  • Parlindungan Damanik Senin, 23 Juli 2012
    Hubungan Kerajaan Tanah Jawa dengan Sipolha
    oleh: Iwan Sinaga.

    Hubungan Kekerabatan antara Kerajaan Tanah Jawa dengan Sipolha.

    Raja Kerajaan Tanah Jawa yang bernama Djintanari mempunyai istri "Poeang Namartoeah" dari Bandar dan dari perkawinan tersebut mempunyai putra bernama Timboel Madjadi, selain putranya tersebut beliau juga mempunyai putri "Silandit Bou". Botou ni Tuan Timboel Madjadi inilah yang dipersunting Tuan Mahasar Damanik dari Sipolha menjadi istrinya.

    Dari Perkawinan Tuan Mahasar dengan Silandit Bou (Boruni Tuan Djintanari) memperoleh keturunan seorang putra yang bernama Tuan Djadi Damanik.

    Setelah dewasa Toean Djadi mempersunting pula parebannya boruni Toean Timboel Madjadi.

    Toean Timboel Madjadi selain mempunyai lima orang putra yang masing-masing bernama Horpanaloean,Podang Rani, Sirhata, Batoerat danAnggaralawan juga mempunyai putri "Silandit Bou".

    Dari perkawinan Tuan Djadi dengan Silandit Bou (boruni Tuan Timboel Madjadi) lahirlah keturunan mereka yaitu dua orang putra masing masing bernama Tuan Mariah Moeda Damanik dan Tuan Boras Damanik.

    Tuan Boras Damanik mempunyai seorang putra bernama Tuan Akim Damanik.

    Setelah dewasa Tuan Akim Damanik juga mempersunting keturunan dari Kerajaan Tanah Jawa yaitu boru dari Tuan Horpanaloean raja Kerajaan Tanah Jawa.

    Tuan Horpanaloean selain mempunyai tiga orang putra yang masing masing bernama Tuan Djintar, Tuan Sang Madjadi dan Tuan Djara juga mempunyai seorang putri "Silandit Bou".

    Dari Perkawinan Tuan Akim Damanik dengan Silandit Bou (putri Toean Horpanaloean) lahir keturunannya yang bernama Tuan Kaden Damanik.

    Mengingat sejarah tersebut dan skema silsilah yang ada ini, begitu dekatnya hubungan Kerajaan Tanah Jawa dengan Tuan Mahasar Damanik dari Sipolha dari generasi ke generasi.

    Bagi kita keluarga besar Sinaga dari Kerjaan Tanah Jawa dan juga dari keturunan Tuan Mahasar dari Sipolha hendaknya merasa bersyukur karena tutur kekerabatan dari sejak jaman dahulu riwayatnya masih dapat terpelihara dengan baik, hendaknya generasi sekarang yang ada ini dapat meneruskan nya.

    eonesinaga di Senin, Maret 30, 2009, posting ulang
    Diposkan oleh Iwan Sinaga di 07:05
    http://maroeboen.blogspot.com/2012/07/hubungan-kerajaan-tanah-jawa-dengan.html
    http://maroeboen.blogspot.com/2012_07_01_archive.html
  • Parlindungan Damanik Tambahan dari Sipolha dan Keturunan dari 9.1 Tuan Mahasar istri pertama nya boru Sinaga Si Bou Langit (Bou / Putri dari Langit) dari Girsang Parapat.
    9. 1.Tuan Mahasa Damanik (masa dimana marsipakulingan dipantangkan) , Tuan Mahasar Damanik setelah bersumpah didepan Anaknya 10.1 Tuan Sahkuda Damanik , pergi Ketanah Jawa dan menikah kembali dengan Silandit Bou Sinaga
    "......... Raja ke-5 dari Kerajaan Tanah Jawa yang bernama Djintanari mempunyai istri "Poeang Namartoeah" dari Bandar dan dari perkawinan tersebut mempunyai putra bernama Timboel Madjadi (raja ke-6) selain putranya tersebut beliau juga mempunyai putri "Silandit Bou". Botou ni Toean Timboel Madjadi inilah yang dipersunting Toean Mahasar Damanik dari Sipolha menjadi istrinya."...........
    ===================
    Bapa Opung Niniku adalah 14.2. Tuan Riakadi Damanik / Tuan Manik Sipolha
    ====================
    SILSILAH RAJA NAMARTUAH DAMANIK BARIBA
    Pematang Sipolha Simalungun.

    1. Raja Namartuah Damanik Bariba (Pendiri kerajaan Siantar)
    2. 1. Raja Uluan Damanik Bariba
    2. 2. Riama bou Damanik (Panakbou Sipolha)
    3. Raja Panunggal
    4. Raja Nabimbingan
    5. Raja Hombun
    6. Raja Sori Tuah
    7. Raja Namatua
    8. Raja Naihorsik
    9. 1.Tuan Mahasa Damanik (masa dimana marsipakulingan dipantangkan)
    9. 2.Oppu Jarango / Oppu Barangsi (Tuan Anggi-anggi, P. Sipolha)
    10. 1. Tuan Sakkuda Damanik dengan Boru Sinaga Si Bou Langit dari Girsang Parapat.
    10. 2. Oppu Suhi Mahasar Damanik
    11.1. Tuan Jarani Damanik
    11.2. Oppu Silimba Damanik
    11.3. Oppu Diholang Damanik
    12.1. Raja Mangambat Damanik (Tuan Sibolon Igung) dengan Boru Siadari
    12.2. Tuan Bangun Raja Damanik
    12.3. Tuan Jolap Damani
    12.4. Tuan Bosar Damanik
    ==================
    13.1. Raja Mangambei Damanik (Tuan Siposoon) dengan Boru Sinaga Si Bou Langit dari Girsang Parapat.
    13.2. Tuan Puto Damanik
    13.3. Tuan Mandalata Damanik
    13.4. Tuan Naisinga (meninggal saat remaja)
    13.5. Oppu Jaidan Damanik
    ==================
    14.1. Tuan Laen Tahan Batu Damanik (Nai Tukkup)
    14.2. Tuan Riakadi Damanik / Tuan Manik Sipolha ( Nai Simin)
    14.3. Tuan Gurasa Damanik / Tuan Dolok Sumurung
    14.4. Tuan Jaintan Damanik / Tuan Pulo Bosar
    ==================
    15.1. Tuan Jukkar Damanik (Partongan Tuan Sipolha)
    15.2. Tuan Soriadam Damanik / Raja Naubanon
    15.3. Tuan Gemang Damanik / Tuan Rumah Tongah
    15.4. Tuan Binsar Damanik / Tuan Manik Maraja (Bpk dari Jahutar Damanik)
    15.5. Tuan Marhakkung Damanik / Tuan Anggi
    15.6. Tuan Sihatiur Damanik / Oppu Bagus
    =================
    16.1. Tuan Humala Sakkuda Damanik (Pertongah Tuan Sipolha terakhir Thn 1945)
    16.2. Unggal Damanik
    16.3. Banjar Damanik
    16.4. Jarani Damanik
    16.5. Jontara Damanik
    16.6. Waris Damanik
    16.7. Demsi Damanik
    16.8. G. Bilola Damanik
    16.9. Aeden Damanik
    16.10. Jaidin Damanik, SH.
    16.11. J. Edward Damank
    ===============================

    13.1 Raja Mangambei Siposoan / Raja Naposo Damanik memiliki 4 orang Putra.
    14.1. Si Tahan Batoe Toean Si Polha / Tuan Laen / Nai Tukkup. alinea ke 25 Korte Verklaring 16 Okctober 1907 Kerajaan Siantar.
    14.2. Si Ria Kadi Toean Manik Si Polha / Tuan Markadim / Nai Simin. alinea ke 26 Korte Verklaring 16 Okctober 1907 Kerajaan Siantar.
    14.3. Tuan Gurasa Dolok Sumurung Bandar Sipolha.
    14.4. Tuan Intan Pulo Bosar Sipolha.
    ==================

    14.1.Keturunan Si Tahan Batoe Toean Si Polha / Tuan Laen / Nai Tukkup Huta Bolon Sipolha adalah :
    15.1. Tuan Jukkar / Tuan Sipolha Br Manurung dan Boru Rumahorbo
    15.2. Tuan Soriadam / Raja Naibanon Br Siadari
    15.3. Tuan Gemang Br Simbolon
    15.4. Tuan Bissar / Tuan Manik Maraja br Sidabutar dan br Rumahorbo
    15.5. Tuan Marhakkung / Tuan Anggi.
    15.6. Tuan Sihatiur / Oppu Bagus
    ===================
    14.2. Keturunan Si Ria Kadi Toean Manik Si Polha / Tuan Markadim / Nai Simin ada 7 orang Putra :
    15.2.1. Tuan Kalabosar Damanik / Tuan Martea Bulan ,Tuan Dolok Maraja Sipolha.
    15.2.2. Tuan Paraloangin / Tuan Pinta Panaluan Jati Hamonangan Damanik , Tuan Jambur Na Bolag Sipolha dengan Boru Sinaga Parapat
    15.2.3. Tuan Parangsangbosi Damanik Tuan Paribuan Sipolha.
    15.2.4. Tuan Akir Damanik.
    15.2.5. Tuan Raja Barus Damanik.
    15.2.6. Tuan Raja Medan Damanik.
    15.2.7. Tuan Mangapil Damanik.

    15.2.2. Keturunan dari Tuan Paraloangin / Tuan Pinta Panaluan Jati Hamonangan Damanik , Tuan Jambur Na Bolag Sipolha dengan Puang Bolon R. Mesta Huria br Sinaga Prapat ( Putri Raja Bangbang / Raja Galumbang Laut Tawar Prapat ).
    16.2.2.1. Tuan Labuhan Asmin Damanik dgn Puang Bolon Jinim Sophia br Sinaga ( Putri Satu satunya Radja Israel Sinaga Prapat ).
    http://kitlv.pictura-dp.nl/all-images/indeling/lijst/form/advanced?q_searchfield=radja+israel
    http://kitlv.pictura-dp.nl/all-images/indeling/lijst/form/advanced/start/200?q_searchfield=toba+meer
    http://kitlv.pictura-dp.nl/all-images/indeling/lijst/form/advanced?q_searchfield=christelijke

    16.2.2.2. Tuan Djawadin Damanik dgn Kamisah br Sinaga ( Putri pertama Tuan Haji Ulakma Sinaga ) dan Br. Siadari.

    16.2.2.3. Tuan Ardin Damanik dgn Br Manurung.
    ===================================
    14.3. Keturunan Tuan Gurasa / Tuan Dolok Sumurung Bandar Sipolha dengan Hombung Br Sinaga.
    14.3.1. Tuan Boturan / Tuan Christian D. Boru Hutahayan.
    14.3.2. Tuan Pangeran / Tuan Abraham , Dameria Br Siadari.
    =====================
    14.4.1. Keturunan Tuan Pulo Bosar dengan br Sinaga , br Purba dan br haloho
    15.4.1. Tuan Parsangsi br Siadari
    15.4.2. Tuan Markus br Haloho
    15.4.3. Tuan Fransiscus
    =====================
  • Masrul Purba Dasuha Kalau utk Bandar, sudah payah melampirkan data tarombo selengkap ini lawei, selama ini saya sudah menelusurinya, namun hanya beberapa sundut saja yg saya ketahui. Nama-nama tokoh perwakilan dari Bandar yg ada dlm korteverklaring itu tidak banyak lagi masyarakat setempat yg mengenalnya. Salah seorang penerus Bandar yg paling paham ttg sejarah dan situasi setempat adalah alm Tuan Alep Damanik sang pemilik pustaha Parmongmong Bandar Sahuda dan penemu Pisou Busti Dokah yg saat ini dipegang keluarga Sidamanik.
  • Parlindungan Damanik SILSILAH RAJA NAMARTUAH DAMANIK BARIBA
    Pamatang Siantar - Pamatang Sidamanik - Pamatang Bandar

    1. Raja Namartuah Damanik
    2.1. Raja Namaringis Damanik Bariba Par-Apa
    2.2. Angrainim (Sormanim) "Nan Sorma" menjelma menjadi ular
    3. Ramajim Bagod Dihitam
    4. Raja Pagarujung
    5. Raja Saduraga
    6. Raja Nairih
    7. Raja Nai Horsik
    8. Raja Sadurupa
    9. Raja Napitung
    10.1. Raja Nalongah Damanik Bariba Par-Apa (Partongah Raja Siantar)
    10.2. Bonas Mahata Damanik Bariba Par-Apa (Partongah Pamatang Bandar)
    11.1. Raja Namartuah Damanik (Partongah Raja Siantar)
    11.2. Torkis Damanik Bariba (Partongah Pamatang Sidamanik)
    12. Raja Namatua (Partongan Raja Siantar)
    13.1. Raja Na I Parsoruan (Partongah Raja Siantar)
    13.2. Itam Damanik Bariba
    13.3. Torialam Damanik (Tuan Marihat)
    14. Raja Sang Nawaluh Damanik (Partongah Raja Siantar) dibuang Kebengkalis
    15.1. Raja Riah Kadim Waldemar Damanik
    15.2. Sarmahata Damanik
    16. Dorla Br Damanik/Tuan Baja Purba.
    16.15.2.1. Syahalam Damanik
    16.15.2.2. Yochanda Prapatsyah Damanik
    16.15.2.3. Hatisyah br Damanik
    16.15.2.4. Hatini Dewi br Damanik
    16.15.2.5. Nurhaida br Damanik
    16.15.2.6. Rosmawaty br Damanik
    16.15.2.7. Connie Laila br Damanik

    Notes : Nama^ adek bersaudara Raja Siantar belum tercatat semuanya, mohon informasi yang mengetahuinya, untuk melengkapi silsilah ini.

    10.2.Bonas Mahata Damanik Bariba (Partongah Tuan Bandar I)
    11. Nai Dalan Bah Damanik
    12. Na I Horsik Damanik
    13. Na I Buttu Damanik
    14. Na I Parsoruan Damanik
    15. Sauadin Damanik Bariba Par - Apa
    16. Destabulan Damanik (Partongah Tuan Bandar Terakhir).

    Notes : Nama^ Keluarga keturunan Tuan Bonas Mahata Damanik, belum lengkap
    semua, mohon informasi yang mengetahui guna melengkapi silsilah ini.

    Dikutip dari Buku Sejarah Marga Damanik " NAI TUKKUP" oleh Jahutar Damanik
    Melihat Photo Sipolha di KITLV Leiden Belanda
    http://kitlv.pictura-dp.nl/all-images/indeling/lijst/form/advanced?q_searchfield=sipolha
  • Masrul Purba Dasuha Sepertinya sudah tidak ada lagi harapan utk mengetahui lebih lengkap lawei, penerus kerajaan dan partuanon sudah banyak yg tiada. Seperti alm Tuan Alep Damanik itu juga sudah wafat. Dan dari Simalungun Bandar hanya saya yg concern mengkaji ini, sementara keturunannya yg sebaya dgn saya tidak peduli. Keluarga dekat dari Dista Bulan (bukan Desta Bulan, namanya ini punya filosofi) tdk ada lagi yg tinggal di Bandar, yg menetap di sana hanya keluarga tungkot, partuanon, parbapaan, dan pangulu.
  • Parlindungan Damanik Lawei Masrul Purba Dasuha , paling tidak kita tahu secara garis besar keturunan mereka semua, tinggal suatu saat di rajut kembali. Horas
  • Masrul Purba Dasuha Silsilah raja Siantar ini juga masih kontroversi lawei, ada perbedaan mencolok antara silsilah yg dibuat Tuan Amin Damanik, pakcik Mr Jariaman Damanik dengan yg dibuat Tuan Jahutar Damanik, belum tahu yg mana yg valid. Selain itu semasa hidup Dista Bulan, terjadi perdebatan antara anak nomor berapa yg ke Bandar dan ke Siantar. Tarombo pegangannya juga hampir sama dengan yg dimiliki Tuan Amin Damanik.
  • Parlindungan Damanik Lawei Masrul Purba Dasuha , saya sering bertemu dengan Abang Haji Lio Djamariah Damanik Ketua IKEIS keturunan 12. Si Djontahali , Toean Van Mariah Bandar (korte Verklaring) dan Abang Darma Damanik keturunan 20. Si Lampot , Toean Van Djorlang Hoeloean , kami beberapa kali diskusi.
    Masih ada Zulkarnaen Damanik ( mantan Bupati Simalungun ) keturunan 2. Si Badjandin , Toean Van Bandar Poelau. dan lain lainnya
    http://id.wikipedia.org/wiki/Damanik
  • Masrul Purba Dasuha Kalau yg begitu saya tahu lawei, maksud saya berapa jumlah anaknya Bonas Mahata, siapa na asli dari Na i Dalan Bah, Na i Horsik, dan Na i Buttu serta siapa saja anak mereka. Lalu hubungannya dengan tungkot, parbapaon, dan partuanon sulit utk mengetahuinya. Kalau seperti lawei katakan seperti ini: Prof. Dr. Amrin Saragih putra Horminah br Damanik putera Tuan Satia Bisara Damanik. Lalu Prof. Dr. Harun Alrasyid Damanik putera Tuan Rafii putera Tuan Sawadim.
  • Masrul Purba Dasuha Irwansyah Damanik anggota DPRD Sumut, dari garis ibunya adalah keturunan Tuan Simalangu. Saat ini di 4 wilayah Bandar meliputi Bandar, Pamatang Bandar, Bandar Huluan, dan Bandar Masilam sudah didominasi oleh suku pendatang seperti Jawa, Toba, dan Mandailing. Masyarakat Simalungunnya pun juga pendatang dari Toba seperti Damanik Ambarita, Damanik Sagala, Raja, dan Malau. Saragih Turnip, Sitio, Sidabalok, Sijabat, Simbolon, Sidabutar, dll. Marga-marga inilah yg menghuni Bandar saat ini.
  • Parlindungan Damanik Maksud lawei Masrul Purba Dasuha Bapa Irwansyah Damanik anggota DPRD Sumut, dari garis ibunya adalah keturunan 5. Si Mia , Toean Van Si Malangoe.
  • Karles Hasiholan Sinaga Proyek Hebat amang Pandeta Juandaha Raya Purba dan DR. Erond L Damanik. Mengutip komen Amng Pdt. diatas:
    =====================
    Tampaknya untuk buku ini, yang bisa kita teruskan adalah Kerajaan Panei, Dologsilou, Nagur, dan Poerba. Sebab hanya ini yang sependapat seluruh keturunanya bahwa mereka bukan dari Samosir, tetapi dari tempat-tempat tertentu yang sudah mereka setujui bersama: Panei dan Dologsilou dari keturunan Raja Silou, Nagur dari India dan Poerba dari Tipang Bangkara.
    ======================
    karena semangatnya seperti berlawanan dengan saya yang ingin menyatakukan semua puak yang disebut batak, maka okelah kita lihat, saya yang pemula ini akan coba melawan Master dan Doktor.
    Mohon pengajarannya. Terimakasih.
  • Karles Hasiholan Sinaga Dan bagi saya leluluh Simalunguna adalah mereka yang sudah tinggal dan diterima saat Simalungun berdiri (resmi menajdi sebuah nama dan identitas). Diateitupa.
  • Djaja Surapati Saragih Kalau Purba Pakpak dari mana jadinya, dari Bakkara atau Dairi/Pakpak atau ???
  • Juandaha Raya Purba Menurut Sejarah Kerajaan Purba yang ditulis oleh Drs Djomen Poerba Pakpak, asal usul raja Poerba pertama adalah berasal dari Tipang Bangkara, dari Bangkara ke Tungtung Batu dari situ ke Pamatang Poerba dan adu bija dengan Tuan Simalobong Poerba Dasoeha yang setelah kalah marbija turun pangkat menjadi Radja Nagodang Poerba.
  • Juandaha Raya Purba Karles Sinaga,SEJARAH ADALAH SESUAI DENGAN ZAMANNYA. Jadi kita bukan untuk memutar balikkan sejarah. Kita mendengar langsung dari pelaku dan ahliwaris raja marpitu. Untuk saat ini seperti sudah saya singgung di depan, keturunan yang sepakat dengan sejarah asal-usul leluhurnya adalah: POERBA PAKPAK, POERBA SIDASOEHA, DAMANIK NAGUR/DAMANIK BARIBA DAN DOLOG SILOU/POERBA TAMBAK.

    Suku Simalungun sebetulnya sama mirip dengan penduduk sipil AS, adalah kumpulan dari berbagai sukubangsa dan bangsa (nation) yang mengaku 'warga Amerika" tetapi toh tetap ada penduduk asli sebelum pendududuk pendatang masuk yaitu suku-suku Indian (nama yang dipopulerkan orang luar/Columbus); Simalungun juga begitu, nama Simalungun sebetulnya adalah nama yang baru muncul setelah Belanda masuk dan menamakan daerah ini sebagai daerah administratif: Afdeeling Simeloengoen en Karolanden pada tahun 1906 Stbld no. 531. Jadi boleh kita sebutkan bahwa suku Simalungun sebetulnya adalah suku yang merupakan pembauran dari banyak suku bangsa dari suku-suku yang masuk ke Simalungun dan mengaku dirinya orang Simalungun, beradat, berbahasa dan berkebudayaan Simalungun yang kita sebutkan sesuai Seminar tahun 1964 "ahap". Jadi siapa penduduk asli? Dokumen tertua dari peninggalan Belanda dan tradisi raja-raja marpitu menyebutkan sebelum mereka hadir sebagai raja di Simalungun sekarang ini mereka adalah hamba dari Raja Nagur marga Damanik.

    Saya heran kalau kita keberatan kalau kita disebutkan nenek moyang kita dahulu datang dari Samosir. Kalau memang dari sana kenapa harus kita bantah. Martin Luther King adalah warga Amerika tetapi dia tetap adalah orang Afro-American, sama seperti Obama dia adalah orang Amerika tetapi dari keturunan Muslim Nigeria. Kita tidak bisa mengingkari sejarah kalau memang begitu adanya.

    Para penulis Belanda jelas menyebutkan bahwa marga Manik yang kemudian mengaku Damanik di Simalungun datang dari Samosir, termasuk raja Tanoh Djawa yang disebutkan oleh Tideman dan diakui sendiri oleh Radja Kaliamsjah Sinaga berasal dari Sinaga di Urat Samosir. Demikian pula Garingging disebutkan datang dari Siamnindo Samosir. Ini data sejarah yang dikutip oleh banyak penulis asing, termasuk dalam karya-karya ilmiah mereka.

    Tuan Bandar Alam Poerba Tambak raja Dologsilou terakhir dalam buknya Sejarah Simalungun menyimpulkan bahwa suku Simalungun ADALAH PELEBURAN DARI SUKU KARO DAN SUKU TOBA!
  • Djaja Surapati Saragih Songon namarbeda do sejarah ni Purba pakpak on. Na tarsar/binotoh Pangultop-ultop do. (Maaf nassiam Tulang purba pakpak, inang pakon tua ku br Purba Pakpak).
  • Parlindungan Damanik POLA SILSILAH MARGA DAMANIK (sekedar Informasi)

    Dinasti marga damanik +/- 90 (GT), termasuk Nagur +/- 30 GT.
    1. Raja Nagur
    1.1. Raja Marah Silau (raja Nagur ke 30, thn 1285)
    1.2. Raja Sorotilou
    1.3. Sri Timur Raya (Tuan Anggi)

    1.1.1 Raja Namartuah Damanik (pendiri Kerajaan P. Sipolha & P. Siantar)
    - Istri ke I. Bou Napuan br. Manurung
    1.1.1.1 Raja Uluan Damanik (bariba par-Bapa) P. Sipolha
    Riama bou damanik (Panak bou Sipolha)
    -Istri ke II. Bou Saragih Silampuyang
    1.1.1.2 Raja Namaringis (bariba pa-Bapa) P. Siantar
    Angrainim bou Damanik (nan Sorma yang m'jelma jadi ular)

    1.2.1 Sitonggang (tidak mempunyai keturunan)
    1.2.2 Si Ari Urung (Bah Bolak)
    1.2.2.1 Si Jara Damanik (19 gp, abad ke 20)
    2 Damanik Batu bara
    3.Damanik simargolang (humai)

    1.3.1 Nagur
    1.3.1.1 Damanik Nagur. 2. D. Sarosan. 3. D. Chola
    1.3.1.2 Damanik Melayu. 2. D. Hajangan. 3. D. Rih, 4. D. Bayu
    1.3.1.3 Damanik Usang. 2. D. Simaringga. 3. D. Rappogos

    (dikutip dari Buku Kar. St. R.W.Jahutar Damanik)
  • Dori Alam Girsang Ai do Lawei Djaja Surapati Saragih..... hanami pe keturunan Parultop2 do ... jadi kami sudah meniatkan sebenarnya leluhur Girsang..cukup sampai di lehu saja,kalo di tarik lagi lebih ke atas lagi akan terjadi ke simpang siuran data yng kita temuin spt saat ini,dri lehu saja ke silimakuta pun sudah bisa di katakan sudah lumayan tua karena sudah ada kurang lebih 10 atw 12 generasi hingga saat ini .... jadi apalagi alasan yang tepat tuk mengatakan bahwa Girsang datang dari siborong-borong atw dari bakkara
  • Dori Alam Girsang sejarah marga purba tambak sendiri pun dari parultop-ultop nah ada cerita apalagi di balik ini semua .... apa mungkin Girsang dan Purba Pak2 dahulunya saudaranya daripada purba tambak yang lari atw mengasingkan diri ke Pak2 Lehu masih belum tau juga kita....
  • Parlindungan Damanik kalau di Dairi marga Damanik
    ====================
    Sidikalang, (Analisa)

    Marga Damanik se Kabupaten Dairi menggelar acara syukuran. Agenda dirangkai bertajuk “Pesta Marsombuh Sihol Keluarga Besar Damanik Boru Bere Pakon Panogolan diadakan di Gedung Nasional Sidikalang, Sabtu (25/6). Warga dari 15 kecamatan mengikuti acara yang berlangsung sederhana. Boru Munthe bunda pengacara kondang Juniver Girsang yang didaulat sebagai tamu kehormatan ikut ambil bagian.

    Rasiden Damanik SE Ketua Damanik se Kabupaten Dairi mengatakan, dari hasil komunikasi dikuatkan motivasi para orang tua, disimpulkan bahwa mereka kerinduan bersama. Ingin berbagi rasa serta bermaksud mempererat keakraban. Masukan dari berbagai pihak itu dirangkum hingga terwujudnya kegiatan. Sebelumnya, panitia telah minta restu para tokoh Prof DR Sengli Damanik MSc , Prof DR Hasan Damanik dan Prof DR Kamrol Damanik Eng. Diprogramkan, pertemuan digelar setiap tahun.
    http://sarifuddin-siregar.blogspot.com/2011/06/marga-damanik-gelar-syukuran.html
  • Djaja Surapati Saragih Aimada DAG, biar hu, hun Pangultop-ultop ai huatas, na ihubung-hubungkon mando (?).
  • Karles Hasiholan Sinaga Purba Pakpak setahu saya, menurut Bapak Anak tertuanya Tuan Hinalang (Anak tertua Parultop-Ultop), masih kerabat Simamora. Ompung boru Br. Purba Pakpak br. Tuan Hinalang yang terakhir (resmi).
    Nah kalau itu benar kata anak tertua, apakah beda dengan adik2 nya.
  • Karles Hasiholan Sinaga Saya siap "melawan" dengan bukti sejarah juga amang pandeta Juandaha Raya Purba : maaf sisi yang terlemah yang saya lihat dan saya punya bukti dan paling gampang diserang menurut saya adalah Nagur.
    sabar kita akan perang artikel, lagi pelan2 dibuat (sibuk sekali 3 bulan terakhir ini).
    dan jangan sungkan untuk menulis artikel tentang Batak dan seputarnya. di blog ini:
    di jamin tidak ada sensor kontroversi kecuali sensor etika tulisan .
    Http://batak.web.id/
    blog, forum dan jejaring sosial.
    maaf sekalian promosi,
    Horas jala diateitupa.
    SATUKAN SIMALUNGUN.
  • Dori Alam Girsang menurut penuturan marga purba silangit beda lagi....yang tertua dari semua marga purba adalah purba silangit yang berasl dari tinggi raja,yang mana lalu tinggi raja di datangi banjir besar dan lalu adik2nya purba silangit ini ada yang pergi ke tung2 batu pak-pak dan lalu dari sana kembali lagi ke simalungun,kalo marga silangit sendiri pergi ke arah toba yg mana disana mereka mendiri kan kampung silangit dan dari sana mereka kembali lagi ke simalungun tepatnya di daerah purba sinombah sekarang ini
  • Karles Hasiholan Sinaga nah saya juga masih menurut salah seorang marga Tarigan Silangit yang kampung asal kakeknya di Silimakuta dan terakhir tinggil di Tanah Jawa, mereka adalah keturunan Simamora. meski dia tidak tahu tarombonya...
  • Parlindungan Damanik Lawei Karles Hasiholan Sinaga ,
    Coba analisa Raja Manualang dengan Si Manullang link dibawah :
    1. Raja Namartuah gelar Puanglima Parmata Tunggal, alias Raja Manualang, alias Datu Parmata Mamunjung, alias Datu Parmata Manunggal, alias Datu Partiga-tiga Sihapunjung. dan
    2. Pada tahun 1510, pemerintahan Sorimangaraja XC dikudeta oleh orang-orang marga Si Manullang
    ==========================
    Damanik adalah marga atau morga dari suku Simalungun yang aslinya berasal dari daerah yang bernama Simalungun di provinsi Sumatera Utara, Indonesia. Damanik berarti Simada Manik (pemilik manik), yang mana dalam bahasa Simalungun Manik berarti Tonduy, Sumangat, Tunggung, Halanigan (bersemangat, berkharisma, agung/terhormat, paling cerdas). TM. Muhar Omtatok menguraikan bahwa Damanik merupakan marga tertua dari suku Simalungun dan Batak. TM Muhar Omtatok juga mengungkapkan bahwa Damanik telah ada sejak kepercayaan lokal ada di Sumatera.

    DAMANIK :
    1. Damanik Bariba anak keturunan Raja Namartuah Raja Siattar Pertama
    2. Damanik Nagur (Bah Bolag) anak keturunan Raja Jumorlang yang menjadi anak tiri dari Raja Namartuah Damanik Bariba.
    3. Damanik Nagur anak keturunan dari rangka keluarga Raja-raja Nagur terdahulu.

    Damanik Bariba:
    1. 1. Anak keturunan Raja Uluan, Pamatang Sipolha di negeri Sijambur – Ajibata dan sebagainya.
    1. 2. Anak keturunan Raja Namaringis Raja Siattar di Pematang Siantar, Marihat,
    2. Anak keturunan Partuanon Pamatang Bandar
    3. Anak keturunan Partuanon Pamatang Sidamanik
    4. Anak keturunan Parbapaan di Batubara (Damanik- Batubara) Dolog Malele, Bangun, Naga Huta, dan seterusnya.
    5. Anak keturunan Parbapaan di Pulau Raja Damanik – Simargolong).

    Damanik Bah Bolag:
    1. Anak keturunan Raja Jumorlang diberi nama Ariurung Oppu Barita jabatan Bah Bolag (penguasa lautan) menjadi marga Damanik (Bah Bolag) berada di sekitar Pamatang Siantar.

    Damanik Nagur :
    1. Anak keturunan Damanik Nagur, Damanik Usang, Damanik Sola, Damanik Rappogos, Damanik Melayu, Damanik Bayu, Damanik Sarasa, Damanik Rih d.l.l.
    Jenis Marga Damanik Nagur tersebut di atas pada umumnya berada di Pamatang Raya/Raya Kahean dan sekitarnya.
    Demikianlah sebagai dasar pertalian hubungan Marga Damanik dari sejak semula sampai sekarang tetap hidup dalam peradapan Kebudayaan Simalungun pada umumnya, sebagai legenda marga Damanik pada khususnya.
    Mengenai kedudukan dalam tingkatan kelahiran masih dapat jelas ialah kerangka keluarga Damanik Bariba, sedangkan bagi Damanik Nagur dan Damanik Bah Bolag masih memerlukan waktu untuk mengumpulkan bahan sebagai fakta peradapan yang sangat berguna bagi generasi penerus.

    Sang Puanglima berhasil menyelamatkan diri melintasi hutan Asahan tembus ke Negeri Uluan Sionggung.
    Beliau menyamar dengan nama Raja Manualang dikenal sebagai manusia sakti. Dari Uluan meneruskan pengembaraannya tiba di Negeri Sipolha. Akhirnya berhasil menjadi pimpinan Negeri dengan nama Kerajaan Sipolha, dikenal dengan nama Datu Parmata Mamunjung. Kemudian pergi mengembara dan berhasil menduduki Kerajaan Siattar dalam legenda “Partodas ni Raja Jumorlang” dengan nama Raja Namartuah gelar Puanglima Parmata Tunggal, alias Raja Manualang, alias Datu Parmata Mamunjung, alias Datu Parmata Manunggal, alias Datu Partiga-tiga Sihapunjung.
    http://id.wikipedia.org/wiki/Damanik
    =========================
    Para Raja-raja Batak
    January 9, 2007 — Ngeditor

    Dalam peradaban Batak yang telah eksis dan terstruktur sejak ribuan tahun sebelum kelahiran Yesus Alaihissalam, terdapat beberapa dinasti yang turut serta dalam memperkaya khazanah sejarah bangsa Batak

    Berikut adalah dinasti-dinasti tersebut yang membangun peradaban Batak.

    DINASTI SAGALA (SORIMANGARAJA)

    1. Sorimangaraja I-XC (1000 SM-1510M)
    2. Sorimangaraja XC (1510). Dikudeta oleh orang-orang marga Simanullang
    3. Raja Soambaton Sagala menjadi Sorimangaraja XCI
    4. Sorimangaraja CI (ke-101) 1816 M dengan nama Syarif Sagala. Sudah Masuk Islam

    Dinasti ini berdiri di pusat tanah Batak, Sianjur Sagala Limbong Mulana (SSLM) sejak berabad-abad sebelum masehi dan kemudian berkembang di tanah Batak selatan atau Mandailing, Angkola dan Natal.

    Pada fase 1000 SM – 1510 M, dari ibukotanya di SSLM, dinasti Sorimangaraja memerintah selama 90 generasi dalam sebuah bentuk kerajaan teokrasi. Rajanya bergelar Datu Nabolon atau Supreme Witch Doctor.

    Dinasti ini pernah mengalami guncangan politik dalam negeri yang hebat saat pihak komunitas Batak di Simalungun memisahkan diri pada tahun antara 600-1200 M dan mendirikan Kerajaan Nagur yang menjadi fondasi terhadap kesultanan Islam di tanah Batak perbatasan Aceh dan di Aceh sendiri.

    Melihat luasnya cakupan kerajaan ini, kalangan komunitas Batak di tanah karo dusun, juga akhirnya memilih untuk memisahkan diri dan mendirikan kerajaan Haru Wampu. Pemisahan diri tersebut juga berakibat kepada pemisahan sistem sosial dan identitas.

    Pada tahun 1510, pemerintahan Sorimangaraja XC dikudeta oleh orang-orang marga Si Manullang. Informasi ini didapat dengan menganalisa legenda dan cerita rakyat di Kerajaan Dolok Silo di Simalungun yang menyebutkan bahwa Dinasti Sorimangaraja dikudeta oleh orang-orang marga Simanullang hanya dua tahun paska kemenangan Sultan Aceh yang pertama dalam mengalahkan Raja Haru Wampu yang keempatbelas.

    Dalam peristiwa tersebut, atas perintah Sultan Ali Mughayat Syah, Panglima Manang Sukka (Seorang Batak Karo) merebut daerah Haru Wampu pada tahun 914 H atau 1508 M. Banyak kisah dan sejarah Batak yang sangat kaya tersebut tidak dilengkapi dengan tarikh dan penanggalan yang jelas. Namun karena kejadian-kejadian tersebut selalu berhubungan dengan kesultan dan kerajaan-kerajaan Aceh, yang sudah banyak tenaga ahlinya menuliskan sejarah yang bertanggal, maka sangat mudah untuk memastikan tahun-tahun kejadian di kerajaan Batak tersebut.

    Orang-orang marga Simanullang sempat berkuasa di tanah Batak pada tahun 1510-1550 M, Namun akhirnya kekuasaan mereka redup dan digantikan oleh Dinasti Sisingamangaraja. Kekuasaan orang-orang marga Simanullang direbut oleh seorang Datu marga Sinambela.
    http://enrow.wordpress.com/
    ===================
    SILAU RAJA
    Silau Raja adalah putra kelima dari Guru Tatea Bulan yang mempunyai empat orang putra, yaitu:
    Malau
    Manik
    Ambarita
    Gurning
    http://id.wikipedia.org/wiki/Marga_Manik
  • Adrianus Parlindungan Damanik Menurut Uli Kozok Our Evolutionary Tree according to Luigi Luca Cavalli-Sforza
    "Silsilah" manusia menurut penelitian Prof. Luigi Luca Cavalli-Sforza hendaknya membawa nuansa ilmiah dalam diskusi yang sedang berlangsung di forum kelompok Minang.Riau.Jambi.Bengkulu.Palembang
    http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/8/80/Human_spreading_over_history.png/800px-Human_spreading_over_history.png

    https://www.facebook.com/photo.php?fbid=10150612283224849&set=a.67429064848.68883.527174848&type=1&comment_id=7877224&ref=notif&notif_t=photo_comment_tagged&theater
  • Parpaleher Siattar Anggo au, Dahkam, urgen an do huahap mansahapkon "laho hu ja" marimbang "ai hunja" do hita Simalungun on. Anggo mangidah na hupudi (manaili) boi marhitei kaca spion, Lakane. Anggo sai lalab mangkawah (lang manaili) hu pudi, holi tuktuk (dunggar) hulobei!
  • Karles Hasiholan Sinaga Lawei Parlindungan Damanik : itupun masih kontroversi, karena nomor ditoba tidak setua itu. ini tulisan saya sendiri dengan analisi masih amatiran. diateitupa.
    http://batak.web.id/arti-batak-indonesia-orang-batak/
  • Karles Hasiholan Sinaga Seperti tertulis dalam Toba Na Sae (sitor Situmorang) bahwa ada tiga pandeta Raja di Toba, yakni : Sorimangaraja, Jonggi Manaor dan Paltiraja,
    nah Sorimangaraja ini adalah keturunan dari Raja Isumbaon dari marga Naiambaton yang tenggelam pengaruhnya sejak munculnya Sisingamangaraja.
    Jadi Nama Sorimangara itu adalah nama Pandetaraja Sumba.
    Mungkin Prof. Sorimangaraja Sitanggang lebih bisa menjelaskna dari pada saya......
    Sekalian Prof. apakah memang Sorimangaraja I itu bermarga Sitanggang juga? diateitupa.
  • Andrica Dika Irawansyah maaf nimbrung ....sy telah membaca status di atas yang sangat menarik utk mengupas asal usul marga dan kebudayaan Simalungun serta komentar2 diatas, terutama menyangkut prnyataan Arifin Sinaga yg menyatakan..."bahwa sebelum berdirinya Kerajaan Tanoh Djawa (perubahan dari Tatap Madaoh) sudah berdiri Kerajaan Batangiou dari marga Sinaga di Simalungun. Beliau juga menerangkan bahwa dulu banyak marga-marga pendatang dari Toba yang menyatukan dirinya dengan marga raja Tanoh Jawa (Sinaga), termasuk sebagian dari mereka-mereka atau oknum yang mengaku-ngaku berketurunan dari raja Tanoh Djawa. Menurut beliau, tidak semua partuanan di Tanoh Djawa berasal dari Raja Tanoh Djawa. Selenjatnya beliau juga menerangkan bahwa Tn Kaliamsyah Sinaga itu sebetulnya hanyalah pemangku bukan raja, sebab penerus raja Tanoh Djawa yang sah adalah Tuan Djintar Sinaga gelar Raja Naisimin. Sesudah Tn Djintar wafat maka Belanda mengangkat adiknya Raja Maligas Tn Sangmajadi Sinaga sebagai pemangku raja menunggu anak Tn Djintar Sinaga akil balik. Dijelaskan beliau juga bahwa sejak tahun 1933 keluarga besar Raja Tanah Jawa memeluk agama Islam." serta beberapa komentar yg menyangkut masalah diatas dari: sdr. Mahdani Sinaga, Opp. Ridwan Helmi Ratu Agung.., yang sangat disayangkan dari komentar dari seniorku diatas terdapat kata2 yang tidak sepantasnya diucapkan oleh seorang yang dianggap berpendidikan tinggi spt kata2 "STRES dan ORANG GILA" yang dilontarkan kpd Arifin Sinaga (bukan saya membela pernyataan diatas, bahkan menurut sy ada bbrp pernyataan dari Arifin Sinaga yg kurang ilmiah)....ttp..kata2 spt ini sehrsnya tidak dilontarkan di muka umum apalagi pada diskusi ilmiah semacam ini, klw pun ada pernyataan dari Arifin Sinaga spt: Raja Muda dan sebagainya..hendaklah di bantah/disanggah/diluruskan dengan ilmiah bukan dengan kata2 yg kurang/tdk ilmiah...krn qta berbicara di depan forum..dan dlm menuliskan sesuatu dlm forum ilmiah spt ini hendaklah menjunjung azas kesopanan, tutur kata didalam menyampaikan pendapat. hal ini yg membuat sy berkomentar spt ini, dan saya salut dgn komen dari Opp. Iwan Sinaga yg isinya sangat ilmiah... "semoga ada perubahan"
  • Erond L Damanik Kalau kita berbicara sejarah,.....apalagi rentang waktunya sudah jauh dari masa kini, janganlah berbicara 'katanya'.....apalagi menurut 'marga tarigan'...menurut silsilah 'parultop-ultop', menurut TBA tambak, menurut Jahutar Damanik, menurut Sitor Situmorang......emangnya mereka itu siapa? Apakah mereka itu sejarahwan, apakah mereka itu arkeolog, apakah mereka itu antropolog. Sudahkah dibaca asal usul diaspora umat manusia?. Diaspora manusia apakah dari gunung turun ke pesisir, atau sebaliknya. Kok toba terus jadi asal usul. Hanya orang gila dan sinting yang menerima kalau toba adalah akar diaspora batak. (Simalungun bukan batak). Kalian baca dulu buku yang ditulis oleh ornag yang benar-benar sejarahwan, arkeolog atau antropolog. Bukan yang gadungan seperti yang kusebut diatas.
  • Erond L Damanik Terutama hasil penelitian arkeolog yang terakhir seperti Daniel Perret, Ketut Wiradyana, Mc Kinnon, yang banayk megupas tentang prasejarah Sumatera Utara. Ini terus menurut Sitor, menurut Sijabat, menurut begu lantuk, hahahaaa......menjemukan baca postingan yang tidak berakar dan berujung seperti ini. Karbitan semua.
  • Masrul Purba Dasuha Lawei Erond Damanik. Maaf sebelumnya, menurut saya tidak boleh juga begitu, secara akademis TBA Purba Tambak, Jahutar Damanik, Mailan Damti Purba, Taralamsyah Saragih mmg tidak mengecap pendidikan formal seperti kita sekarang ini apalagi belajar ttg sejarah di bangku sekolah. Namun mereka itu adalah pelaku dan saksi sejarah, penggagas kajian kesimalungunan, dan aset Simalungun yg sangat berharga. Masing-masing manusia punya sudut pandang, kita tidak dibenarkan meremehkan siapapun bila bicara ttg keilmuan.
  • Erond L Damanik Karles: Jangan kau bawa-bawa namaku dalam penulisan buku itu ya. Aku tak terlibat dalam 'proyek yang kau katakan itu'. Kau tak ubahnya pembual..sudah mengikutsertakan orang...walau tak kau lihat....brengsek juga kau. Kau sebut pula aku doktor...emangng oppungmu yang mewisuda aku jadi doktor! Persetan dengan kau. Lagian kau berbicara batak,,,,,sudha kau baca buku Tomme Pires: Summa Oriental?. Atau daniel Perret: Kolonialisme dan etnisitas tentang asal mula nama Batak. Apa pula keranjinganmu, mau menyatukan puak batak, emang kau yang punya batak. Walau saya damanik, saya tidak batak. Tahu ndak kau itu!
  • Erond L Damanik Berdiskusi jangan pakai lawei, tondong atau apa (Maaf) langsung aja panggil Pak, atau kalau saya lebih enak dipanggil nama. Pak Masrul: Betul mereka itu pelaku sejarah....tapi dari abad ke 14- ke generasi mereka itu sudah sangat jauh. Dan kemungkinan bias, sangat besar. Apalagi membicarakan silsilah. Tak ada itu, Parultop-ultop, Siraja batak, Nai horsik, dan lain-lain..itukan mitos. Makanya saya katakan, sebagai pembanding, maka kita harus membaca hasil penelitian mutakhir terutama menyoal archaeological evidence.......huhch..repot juga membaca postingan seperti diatas ini kalau hanya mengandalkan 'katanya'....apalagi yang dirujuk bukan peneliti. malas dan capek dah.
  • Erond L Damanik Tapi kalau kita berbicara seputar revolusi sosial, maka TBA rambak dapat dibuat rujukan, atau pun Kamen Dasuha dapat dibuat rujukan, tapi kaluah sudah berbicara silsilah yang nota bene sudah jauh sekali, maka pendapat merkea itu tidak dapat dipertahankan.
  • Dori Alam Girsang yep satu pihak saya setuju dengan saudara erond....mengenai tulisan2 yg dibuat oleh tba dan jahutar itu,yah karena mereka meman bisa lah aku katakan orang2 yg berpendidikan di masanya kala itu sehingga mereka bisa membuat sebuah buku yang sumbernya memang sebagian besar daripada katanya atwpun mitos seputar marga2 mereka saja ,dan bisa jadi pula ada niatan politis didalamnya tuk mengangkat drajad dari pada marga2 mereka,hingga akhirnya saat ini sebagian besar sebut saja orang "bodoh" memakai sumber2 katanya ,tapi dalam penelitian ilmiah pun sumber lisan ttp saja masuk didalamnya atw kita sebut saja sebagai sumber sekunder....
  • Dori Alam Girsang dan kalo kita pakai lagi sumber hw hutagalung dan orang jawa slamat raharjo kalo gak salah lupa juga aku namanya dan siapa namanya itu marga siregar yang biasa di singkat jadi mob....mereka malah mengatakan bahwa dolog silou di pukkah oleh marga siregar silo hingga akhirnya menjadi kerajaan dolog silou nah ini kan makin binggung lagi,ternyata sejarawan2 jaman itu banyak sejarawan abal2
  • Erond L Damanik Pak masrul: Saya tidak meremehkam mereka itu. Yang mau saya tegaskan adalah, untuk masa sekarang, maka pendapat mereka itu banyak yang tidak dapat diterima secara akademis. Tapi kalau sekedar 'membanggabanggakan suku' oke sajalah. Saya menentang keras, karena terkait buku yang akan akan ditulis oleh (penulisnya saya kenal betul di USU). Jadi, kalau mau menulis buku secara 'betul' maka bandingkanlah dengan hasil-hasil penelitian mutakhir yang terkait. Sehingga kita tidak membual. Rujuklah hasil penelitian sejarahwan, arkeolog dan antropolog. sehingga buku itu lebih sempurna. Jangan lagi merujuk katanya.katanya, apalagi bukan orang 'profesional diahlinya'.
  • Masrul Purba Dasuha Maaf kalau Lawei keberatan saya panggil lawei, tapi sepertinya saya tdk bisa mengganti itu. Mitos tidak selalu berarti tidak benar kan lawei, disebut mitos karena tdk adanya penanggalan yg jelas dan banyak muatan yg bertolakbelakang dengan logika. Namun bagi saya, hal itu tidak lantas menjadi dasar utk menyatakan cerita itu bohong atau hasil rekayasa. Sesuatu bisa dikenal karena pernah ada. Manusia mengenal wujud hantu, tentu karena ada manusia yg pernah melihatnya.
  • Erond L Damanik Pak Dori: Anda benar, bahwa folks memori masih dipakai sekbagai rujukan, tapi sampai kapan folks memori dipertahankan? Akan kah folks memori akan menjadi benar?. Buku yang anda maksud adalah Tuanku Rao, Mangaraja Onggang Parlindungan. Maka kalau saya merujuk MOP, menulis Dolog Silau, maka hancur saya buat kerajaan Tambak, karena yang mendirikan kerajaan itu adalah Siregar Silo, yang notabene marga itu bukan simalungun. Selektiflah dalam merujuk referensi, sehingga tidak menyalah terus kerjaan kita ini. Lalap kita 'berkelahi' soal asal usul.
  • Erond L Damanik Kalau saya, berdasarkan buku hasil-hasil penelitian arkeologi yang saya baca, maka saya menolak siraja batak, Diaspora manusia harus dari pesisir baru ke pegunungan. Dalil ini saja sudah cukup merontokkan siraja batak. Cobalah dibaca buku: Orang Batak Berasal Dari Gayo (Hasil riset arkeologi Ketut Wiradyana di Gayo). Jangan buku TBA, Jahutar, Sitor, Hutagalung, Sijabat saja yang dibaca?. Beraneka ragamlah dibaca buku sehingga templatenya atau benang merahnya ditemukan. Itupun kalau kita penikmat sejarah...kalau bukan...ya tak usah dibaca.....
  • Dori Alam Girsang saya salah seorang penimkat sejarah kok....tidak jarang saya sering menuntut seorang jrp tuk memberikan bukti2 ilmiah ketika dia mengeluarkan sebuah artikel dan tidak jarang pula dia sering berkelit...yah seoarang Uli Kozok tidak senang akan sejarawan akan MOP dkk bisa liat di link ini pembicaraan kami beberapa waktu yang lalu "http://www.facebook.com/photo.php?fbid=277246985658850&set=pb.100001206519560.-2207520000.1355588635&type=3&src=http%3A%2F%2Fsphotos-e.ak.fbcdn.net%2Fhphotos-ak-ash4%2F377851_277246985658850_1463491834_n.jpg&size=544%2C272"
  • Dori Alam Girsang ketika saya membaca buku buku Prof Liang Ji kalo ndak salah juga dengan judul "dari relasi upeti ke mitra strategis 2000 tahun perjalanan hubungan tiongha dan indonesia" nah buku itu saya langsung cari bab yang ada mengenai sumatra dan memang ada yang langsung merujuk ke samudara pasai disitu penulis mengatakan " dari sumber lisan bahwa dahulu kerajaan samudra pasai di bunuh oleh panah racun raja nagur yang bercacah bunga diwajahnya" nah disini saya liat kejujuran seorang penulis yang langsung mengatakan dari sumber lisan,dan didalam buku tsb hanya itu saja ada yang tertulis mengenai nagure.....
  • Erond L Damanik Yach.....dari hampir 20 buah buku yang semuanya berasal dari penulis pengelana asing, saya mencoba menyusun sejarah nagur yang terutama sumber tulisan asing itu. Saya kira tulisan itu sudah bagus karena 'merujuk' kepada tulisan pengelana barat yang singgah ke sumatra di abad ke11-19 masehi. Tapi itupun saya masih diserang oleh Prof Uli Kozok, yang katanya, 'seolah-olah saya membuat nagur sebagai negara imperium' Katanya saya salah karena merujuk buku sekunder, bukan buku primer, sehingga bias. Katanya kesaya: Erond kamu harus baca sumber utamanya, dan bukan sumber sekunder. Yah....itulah,,,,padahal saya sudah mencoiba menerjemahkan buku-buku itu semua pada saat mau menulis nagur ini....tapi tak apa...enjoy aja.
  • Dori Alam Girsang xixixixxixixi lucu juga saya,baik lah katakan saja dlu mereka para petualang asing itu mau di jadikan sumber primer dan lalu apa para pengelana asing itu seorang arkeolog juga???....lalu sumber apa lagi yang mau di pakai??? kalo di pakai sumber skunder gak di anggap ilmiah,makanya tidak jarang sekarang banyak orang2 pencinta nusantara ini hingga akhirnya membuat novel bertemakan sejarah , mungkin Pak Erond bisa memulai nya dari novel saja dahulu mengenai nagure kita tunggu 50 tahun lagi akan menjadi sumber primer itu novel...
  • Erond L Damanik Pak dori: Memang pengelana asing itu bukan arkeolog, tapi kalau buku seperti Tomme Pires yang berjudul Summa Oriental bapak baca, maka merreka itu adalh pengamat yang dekat dengan peristiwa ditahun 1539, karena tomme pires memnag kesumtra tahun itu. Kalaupun saya buat novel (walau saya tidak suka), tetap tidak akan bisa, karena peristiwa yang saya gambarkan sudah jauh dari saya. Tetap bias dan lemah.
  • Erond L Damanik Jadi yang mungkin ada hanyalah Kontruksi Sejarah.
  • Dori Alam Girsang hmmmmm ic ic.....
  • Dori Alam Girsang nah bagimana Pak apabila diadakan test carbon yah namanya tuk menguji ketuaan suatu benda..mungkin kita cari saja dlu situs tertua atw patung tertua yang ada di simalungun,dengan patung tertua yang ada di toba sana.... apakah cara ini bisa menunjukan bahwa simalungun sebenarnya saya malas juga mengatakan lebih tua tapi ttp saya katakan lebih tua....bagimana kira2 Pak..??
  • Erond L Damanik Tergantung yang mana mau diukur. Kalau patung batu tidak mungkin dikur dengan C 14, (carbon dating), karena kalaupun diukur, maka yang didapat adalah usia batunya, bukan usia patungnya.
  • Dori Alam Girsang ooooooo i c i c....hmmmm bagimana dengan ukirannya Pak..bukankah ukiran yang berkelok2 dan halus dan simetris pula itu menunjukan telah ada penggunaan teknologi yang lebih tinggi di banding dengan ukiran yang lurus2 saja....
  • Erond L Damanik Benar. Itu hanya dari satu variabel.
  • Erond L Damanik Tidak lantas kita berbicara, bahwa orsim dari toba kan?
  • Dori Alam Girsang yah tentu tidak dong..... ntah kenapa dari dlu hingga hari ini di benak ku selalu ada gambaran2 akan ntah kapan lah di simalungun akan di temukan sebuah situs tertua yg telah tenggelam selama ratusan tahun,dan hingga penemuan ini akan mengubahkan sejarah yang kita kenal selama ini di sumut saja lah dlu....
  • Dori Alam Girsang yah yg saya omongkan ini sangat jauh lah dengan ke ilimiahan bisa dibilang psudeo historis....
  • Erond L Damanik Sebenanrnya, sudah ada lima daerah yang kami rekomendasikan utnuk ditindaklanjuti dengan penelitian arkeologi. Tapi, lagi-lagi terpaut dana ratusan juta rupiah sangat dibutuhkan untuk itu. Yach......mimpilah..........
  • Masrul Purba Dasuha Tapi saya melihat bahasa Toba itu lebih tua dari bahasa Simalungun. Bagaimana itu Lawei Erond dan Sanina Dori.
  • Erond L Damanik Coba baca buku petrus vorhoeve dan buku Prof. Uli Kozok?. Bagaimana soal pesebaran bahasa-bahasa yang disebut 'bahasa batak' itu?
  • Erond L Damanik Saya kira buku tersebut sudah dapat dirujuk...........lebih objektif karena ditulis bukan oleh orang indonesia, apalagi oleh orsim atau toba.
  • Dori Alam Girsang yah kalo dari UK yah dari selatan yang lalu masuk ke toba dan simalungun,bukan berarti ke toba duluan baru ke simalungun dan begitu sebaliknya
  • Erond L Damanik Dari Selatan: Kemudian pencar, sebagian ke toba dan sebagian ke simalungun. Terakhir ke Karo dan Pakpak. Yang selalu disebut penulis toba, adalah dari selatan kemudian ke toba dan ke simalungun, padahal menurut kozok, dari selatan tapi berppencar satu ke utaradan satu ke simalungun ini......Itulah kehebatan toba, walau salah tapi berani demi pengkultusan suku mereka.
  • Dori Alam Girsang wakakakaakakakaka yah salut dengan mereka..... salah itu bagi mereka adalah benar...
  • Erond L Damanik repotnya lagi, penulis simalungun merujuk penulis toba ini, bukan mencari atau cross cek ke sumber rujukan. Hahahhaaa, jadilah..bahasa simalungun dari toba...inilah repotnya...hehehhehehhehehee
  • Masrul Purba Dasuha Lawei Erond, Uli Kozok bukan bicara bahasa tetapi aksara. Kalau merujuk pada pandangan Voorhoeve, bahasa Simalungun walau berakhir di rumpun tengah, namun pada mulanya berawal dari rumpun selatan, kata Adelaar. Persebaran yg lawei uraikan itu adalah persebaran aksara bukan bahasa, aksara sendiri pun bukan produk asli Batak tapi sumbangan dan hasil adopsi.
  • Erond L Damanik Pak Masrul: Mana lebih tua bahasa atau aksara?.
  • Erond L Damanik Jangan dibaca sepenggal-sepenggal pak masrul. Memang, ULi membicarakan aksara. Tapi lihat lah lafalisasi dan konsonanisasi yang terjadi. Ketika Dolog menjadi Dolok, apui menjai api. horbou menjadi horbo, pulou menjadi pulo, dst.. mana yang lebih tua disini?.
  • Masrul Purba Dasuha Tentu bahasa donk lawei. Saya mengatakan bahasa Toba lebih tua tidak mengikut konsep pemikiran siapapun, ini murni dari kaca mata dan analisa saya karena basic saya dulu kuliah di jurusan bahasa Inggris.
  • Erond L Damanik buat dong alasannya?
  • Erond L Damanik tesanya apa dan sintesanya apa?......
  • Erond L Damanik ach..orang toba sudah menyatakan demikian.
  • Erond L Damanik jadi mana murni dari pendapat pribadi masrul lagi itu,.....wong sudah diucapin orang toba kok!
  • Erond L Damanik Bukan persoalan s1 atau s2, hanya persoalan membaca buku. Sya merujuk Vorhoeve, Uli Koxok dan Guntur tarigan. Coba dibaca ulang buku mereka itu...
  • Asan Damanik nasiamma botohan tene, menyimak ma ahu...ase tambah pambotoh.
  • Karles Hasiholan Sinaga maaf kalau telah menyinggung, mari kita berpacu dengan bukti, bukan makian. maaf atas kesalahnnya.
  • Karles Hasiholan Sinaga Dan mengenai Toba Na Sae karya Sitor Situmorang adalah hasil penelitian beliau selama 10 tahun atas bantuan Ford Foundation, saya kira Ford foundation tidak akan salah membiayai seseorang jika tidak berkompeten. diateitupa.
  • Parlindungan Damanik makin terkuak, kalau dengar Kaisar Roma , atau pun Firaun di Mesir sudah memerangi kemana mana pakai Baju besi tahun sebelum masehi , bagaimana di Nusantara , masih pakai baju dari bahan bahan kulit dan mungkin kedatangan orang orang yang terusir dari peperangan tersebut yach. ha..... ha.....
  • Friendky Sejati Khs: birakan sejarah it sndiri dibuktikan dng dasar ilmiah...bkn mitos...
  • Karles Hasiholan Sinaga Friendky Sejati manggil sanina atau lawei ini? yang pake mitos siapa?
  • Karles Hasiholan Sinaga Lawei Parlindungan Damanik sumatra itu tua bisa lebih tua dari Romawi, sumatra itu sudah bisa mengolah emas dari ribuan tahun lalu, tapi sampai hari ini pengolahannya masih seperti itu/bisa jadi malah mundur, dan barus adalah pelabuhannya.
    jadi yang saya rasakan dari dulu sumatra itu tukang perang, tidak ada kesatuan atau persatuan atau keinginan bersatunya kurang, lebih suka berdiri2 sendiri, jadi begini2 lah kita .
  • Brayan Munthe lebih tua dari romawi . . . tentang apanya, budayanya. kayaknya enggak ah
  • Djaja Surapati Saragih Kalau disebut Sumatera tukang perang tidak beralasan,karena masa stabilnya jauh lebih lama.
  • Juandaha Raya Purba Bah hebat juga bah..... postingan ini sudah 156, kesimpulannya belum ada...lanjutkan...!!!
  • Friendky Sejati KHS:hahahaha.... kbtuln bg calon org rumah boru sinaga... mar lawei hita da.
  • Friendky Sejati khs: prhatiin kn sj lawei sejarah siraja batak yg dr pusuk buhit,sngat minim refrensi yg kita dpt dr itu,dn fakta ilmiah ny jg sngat lemah... disini sy bkn membandingkan dng sjarah yg da disimalungun yg lbh akurat... dn bs sj siraja batak yg dktkn lahirnya bangso batak keturunan lngsung dr kerajaan NAGUR. diatei tupa.
  • Juandaha Raya Purba TAPI ANEHNYA BANYAK ORANG SIMALUNGUN BANGGA SEBAGAI PINOMPARNI SI RAJA BATAK (TOKOH DUNIA DONGENG ITU).....MIRISSS!
  • Friendky Sejati JRP: ai halak na podoan in lo pendeta anggo dong dihut nasonai ai... ahu sandri marga garingging lang marosuh ihatahon keturunan ni parna.. anggo ta tillik han sejarah... siabangon do garinggging on humbani parna{naimbaton} tong do ihatahon RAJA NAIMBATON... RAJA songon dia din???? holan boi tartawa dssa pandita.
  • Juandaha Raya Purba Lang suman nahatahon na podoan dahkam, hansa heran do diri mangidah hita on, domma sarjana, marlajar ilmu bumi, marlajar ilmu sejarah, logika ampa ilmu canggih na legan in, tapi tong ope porsaya bani cerita dongeng Si Raja Batak! Na hebatni mase lang ibahen hita lah bulus Si raja Sumatra!! Ciptahon hita ma tokh mitos Si Raja Sumatra bahasa on ma ompungni ganupan pangisini Sumatra on!!! Asa hebat bahen hita hutani i Simarjarunjung!!!
  • Friendky Sejati jrp: haha... pas ma hatahon ni ham in... sada use pandita anggo gelar SI menyatakn derjat seseorang itu rendah... tpi anggo SANG domma gelar na derajat tinggi in... SIRAJA BATAK pakon SANG NAUALUH.. naha pendapat min??? pas do pandita na huatahon on?
  • Juandaha Raya Purba Ai sangsi au sahap i kode tuak hinan do asalni ase dong hata Si Raja Batak on, halani dong do i kode tuak istilah, bah ise haroha i? roh mangkatahon, Si Raja Tega.....Si Raja Naro, Si Raja Koruptor,, pakon si raja nalegan! Jadi Hutagalung na isuruh si Bolanda mambahen ise siangkaton gabe raja huta ipatumpu ma baliga-ibaligahon, gabe adong ma buku Taromboni Si Raja Batak....he...he...!
  • Friendky Sejati mantapppppp.... hahhahahaa,... 100%.
  • Friendky Sejati ttp exist ma ham mangulas sejarah hita on... anggo susun ham dinasti simalungun on songon kerajaan majapahit.... miosalni nagur kn raja terakhir marasilu... na diatas ni ai mase lang boi dapot hita?? anggo ahu dapot info hupatugah hu bam... ase tercengang lobei halak halto on... bravo hita simalungun on...
  • Juandaha Raya Purba Lagian sebagai umat beragama Samawi (Yahudi, Kristen dan Islam) dalam kitab suci diisebutkan bahawa manusia pertama Adam dan Hawa diciptakan oleh Yang Mahakuasa di Mesopatamia (Irak) sekarang. Tak ada dua Taman eden di dunia ini kecuali di negeri Saddam Hussein! Berarti yang percaya si raja batak ini masih perlu belajar ilmu sejarah, bukan ilmu "mandok hata"!
  • Djaja Surapati Saragih Lang pala hita mansahapi apalagi manghatai raja nalegan. Dear ma fokus bani sejarah/ asal-usul ni Simalungun on. Agepe marbeda ope ase ipatugah perbedaan, apalagi perbedaaan ai halani hurang/beda sumber ni informasi nalebih akurat do. Toh sejarah akan mardalan/mencari aha/naha sasintong.
  • Dany Tupama Saragih Kalau mau ilmiah, ya sekalian ilmiah, kok dibawa ke Adam dan Hawa yang juga cenderung mitos? :))
  • Parlindungan Damanik copas sebagian .........
    KERUNTUHAN MONARCHI SIMALUNGUN
    BANGUN DAN RUNTUHNYA KERAJAAN SIMALUNGUN SUMATERA TIMUR

    Oleh: Erond Litno Damanik, M.Si


    1.Pengantar.

    Riwayat asal mula kerajaan Simalungun hingga kini belum diketahui pasti, terutama tentang kerajaan pertama yakni Nagur (Nagore, Nakureh). Demikian pula kerajaan Batanghiou serta Tanjung Kasau. Kehidupan kerajaan ini hanya dapat ditelusuri dari tulisan-tulisan petualang dunia terutama Marcopolo dan petualang dari Tiongkok ataupun dari hikayat-hikayat (poestaha partikkian) yang meriwayatkan kerajaan tersebut. Di zaman purba wilayah Simalungun mempunyai 2 buah kerajaan besar yaitu pertama kerajaan Nagur yang ada di dalam catatan Tiongkok abad ke-15 (“Nakuerh”) dan oleh Marcopolo tatkala ia singgah di Pasai tahun 1292 M. kerajaan besar itu menguasai wilayah sampai-sampai ke Hulu Padang-Bedagai dan Hulu Asahan. Kerajaan tua yang lain ialah Batangio yang terletak di Tanah Jawauri (Tanoh Jawa). Pada masa itu, kerajaan Simalungun dikenal dengan nama harajaon na dua (kerajaan yang Dua)Selanjutnya, diketahui bahwa pasca keruntuhan kerajaan Nagur, maka terbentuklah harajaon na opat (kerajaan Berempat) yaitu: Siantar, Tanoh Jawa, Panai dan Dolog Silau. Ke-empat kerajaan ini menjadi populer pada saat masuknya pengusaha kolonial Belanda, dimana tiga kerajaan yakni Tanoh Jawa, Siantar dan Panei bekerjasama dengan pengusaha kolonial dalam memperoleh perijinan tanah. Setelah masuknya Belanda terutama sejak penandatanganan perjanjian pendek (korte verklaring) maka tiga (3) daerah takluk (partuanan) Dolog Silau di naikkan statusnya menjadi kerajaan yang sah dan berdiri sendiri, yakni Silimakuta, Purba dan Raya. Pada saat itu, kerajaan di Simalungun dikenal dengan nama harajaon na pitu (kerajaan yang Tujuh). Simalungun Sumatera Timur.Akhir dari kerajaan Simalungun ini adalah terjadinya amarah massa pada tahun 1946 yang dikenal dengan revolusi Sosial. Sejak saat itu, peradapan rumah bolon (kerajaan) Simalungun punah selama-lamanya. Dengan uraian singkat diatas, penulis berkeinginan untuk menulis kembali sejarah berdiri dan hanucrnya kerajaan.Atas dasar inilah, penulis berkeinginan untuk mendeskripsikan kembali sejarah bangun dan hancurnya kerajaan Simalungun Sumatera Timur yang banyak diriwayatkan dalam sejarah Simalungun.

    2. Tiga fase Kerajaan Simalungun.

    Secara historis, terdapat tiga fase kerajaan yang pernah berkuasa dan memerintah di Simalungun. Berturut-turut fase itu adalah fase kerajaan yang dua (harajaon na dua) yakni kerajaan Nagur (marga Damanik) dan Batanghio (Marga Saragih). Berikutnya adalah kerajaan berempat (harajaon na opat) yakni Kerajaan Siantar (marga Damanik), Panai (marga Purba Dasuha), Silau (marga Purba Tambak) dan Tanoh Jawa (marga Sinaga). Terakhir adalah fase kerajaan yang tujuh (harajaon na pitu) yakni: kerajaan Siantar (Marga Damanik), Panai (marga Purba Dasuha), Silau (marga Purba Tambak), Tanoh Jawa (marga Sinaga), Raya (marga Saragih Garingging), Purba (marga Purba Pakpak) dan Silimakuta (marga Purba Girsang).Seperti yang dikemukakan diatas bahwa asal muasal kerajaan Simalungun tidak diketahui secara pasti terutama dua kerajaan terdahulu yakni Nagur dan Batanghiou. Sinar (1981) mengemukakan bahwa kerajaan Nagur telah ada dalam catatan Tiongkok abad ke-15 (“Nakuerh”) dan oleh Marcopolo tatkala ia singgah di Pasai tahun 1292 M. Kerajaan besar itu menguasai wilayah sampai ke Hulu Padang-Bedagai dan Hulu Asahan. Kerajaan tua yang lain ialah Batangio yang terletak di Tanah Jawauri (Tanoh Jawa). Kendati konsepsi raja dan kerajaan di Simalungun masih kabur, akan tetapi, Kroesen (1904:508) mengemukakan bahwa konsep raja dan kerajaan itu berasal dari orang Simalungun itu sendiri sebagai perwujudan otonomi kekuasaan yang lebih tinggi. Bangun dalam Saragih (2000:310) mengemukakan bahwa kata ‘raja’ berasal dari India yaitu ‘raj’ yang menggambarkan pengkultusan individu penguasa. Mungkin saja konsep itu terbawa ke Simalungun akibat penetrasi kerajaan Hindu-Jawa seperti Mataram lama pada masa ekspansi ke Sumatera Timur (Tideman,1922:58). Lebih lanjut dikemukakan bahwa pengaruh Hindu di Simalungun dapat diamati langsung dari bentuk peninggalan yang mencerminkan pengaruh Hindu-Jawa. Nama kerajaan Tanoh Djawa setidaknya telah mendukung argumentasi itu Menurut sumber Cina yakni Ying-yai Sheng-ian, pada tahun 1416, kerajaan Nagur (tertulis nakkur) berpusat di Piddie dekat pantai barat Aceh Dikisahkan bahwa raja nagur berperang dengan raja samudra (Pasai) yang menyebabkan gugurnya raja Samodra akibat panah beracun pasukan Nagur. Pemaisuri kerajaan Samodra menuntut balas dan setelah diadakannya sayembara, maka raja Nagur berhasil ditewaskan. Kendati demikian, sejarawan Simalungun sepakat bahwa lokasi ataupun pematang kerajaan Nagur adalah di Pematang Kerasaan sekarang yang berada dekat kota Perdagangan terbukti dengan adanya konstruksi tua bekas kerajaan Nagur dari ekskavasi yang dilakukan oleh para ahli (Tideman, 1922:51). Mengenai polemik tentang lokasi defenitif kerajaan Nagur pernah berada dekat Pidie (Aceh) dapat dijelaskan sebagai akibat luasnya kerajaan Nagur. Oleh karenanya, raja Nagur menempatkan artileri panah beracunnya pada setiap perbatasan yang rentan dengan invasi asing. Kerajaan Batanghio, tidak ditemukan tulisan-tulisan resmi tentang riwatnya maupun pustaha yang mengisahkan asal-usulnya. Hanya saja Tideman (1922) menulis dalam nota laporan penjelasan mengenai Simalungun. Oleh para cerdik pandai Simalungun, Batanghio pada awalnya dipercaya sebagai partuanon Nagur, akan tetapi karena kemampuannya dan karena luasnya kerajaan Nagur, maka status partuanon itu diangkat menjadi kerajaan. Pada tahun 1293-1295, kerajaan Nagur dan Batanghio diinvasi kerajaan Singasari dengan rajanya yang terkenal, Kertanegara.
    selanjutnya...........
    http://1simetri1.wordpress.com/2008/02/20/keruntuhan-monarchi-simalungun/
  • Parlindungan Damanik copas sebagian dari tulisan dibawah ini.............
    Yth. Bapa Erond L. Damanik, M.Si
    Dalam Tulisan terdapat :
    …….Diyakini bahwa kerajaan ARU adalah kerajaan yang besar dan kuat sehingga dianggap musuh oleh kerajaan Majapahit. Hal ini dapat dibuktikan
    dari sumpah Amukti Palapa sebagaimana yang ditulis dalam kisah Pararaton (1966), yaitu: Sira Gajah Madapatih amangkubhumi tan ayun amuktia palapa, sira Gajah mada: ”Lamun awus kalah nusantara isun amuktia palapa, amun kalah ring Guran, ring Seran, Tanjung Pura, ring HARU, ring Pahang, Dompo, ring Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, samana isun amukti Palapa”. Hal senada juga dikemukakan oleh Muh. Yamin dalam bukunya dengan judul ”Gajah Mada: Pahlawan Persatuan Nusantara ”(2005).
    Demikian pula dalam hikayat ”Parpadanan Na Bolag” yang mengisahkan kerajaan ”Nagur” yakni kerajaan Batak Timur Raya. Dalam catatan pengembara asing, kerajaan ini sering disebut ”Nakur”, atau ”Nakureh” maupun ”Jakur”. Kerajaan ini, menurut M.O. Parlindungan dalam bukunya Tuanku Rao (1964) berdiri pada abad ke 6-12. Rajanya yang terkenal adalah Mara Silu yang oleh penulis Karo disebut bermarga Ginting Pase dan masyarakat Batak Timur Raya menyebut marga Damanik. Nama Mara Silu banyak disebut didalam ”Hikayat Raja-raja Pasai”, ”Sejarah Melayu”, dan ”Parpadanan Na Bolag” dan diyakini sebagai Raja Nagur dari Batak Timur Raya. Menurut catatan MOP dalam bukunya ”Tuanku Rao” sepenakluk Aceh terhadap ”Nagur”, Mara Silu dan laskar yang tersisa menghancurkan bandar Pase (Aceh) pada tahun 1285 dan masuk Islam serta berganti nama menjadi Malikul Saleh, Sultan Samudra Pase yang pertama. Sejak saat itu, kerajaan Nagur tidak lagi ditemukan dalam tulisan-tulisan selanjutnya…………..
    Bisa diambil kesimpulan : Kalau Mara Silu berarti bermarga Damanik.
    sepenakluk Aceh terhadap ”Nagur”,– Aceh yang dimaksud, dinasti siapa ?
    Terima Kasih.
    =====================
    Dear Pak Damanik,
    Samudra pasai, yang raja pertamanya adalah Malk Al Saleh (malikul Saleh) wafat pada 1290 sesuai batu nisanya. Jadi, pada saat itu, Nagur masih eksis. Bisa jadi, balas dendam Aceh ke sumatra Timur adalah pada saat Sultan Al-Qahar-II, Mengapa?. Tercatat bahwa sultan ini sering melakukan peperangan dengan kerajaan di luar pasai, termasuk ke Sumatra Timur. Ini terjadi pada awal abad 15.
    Kerajaan Nagur Massab menurut perhitungan saya pada abad ke-15 ini sejalan dengan berdirinya harajaan na opat di Simalungun. Lagi pula, pada abad ke-15 ini, nama nagur sudah tidak ada di sebut lagi.
    Masa penyerangan Iskandar muda terbesar adalah tahun 1612, yakni kehancuran Deli Tua. Disini juga, nagur sudah tidak ada.
    Berdasarkan manuskrip partikkian bandar hanopan yang mengisahkan berdirinya Dolog Silau, bahwa Silau berdiri dimana raja silou kawin dengan panak boru nagur yang terakhir yakni pada abad-13.
    Abad-abad inilah nagur diperirakan lenyap. Tapi, itupun masih perlu penyelidikan intensif.
    Salam
    Erond L. Damanik
    http://pussisunimed.wordpress.com/2010/01/25/situs-sejarah-2/
  • Djaja Surapati Saragih Bani tulisan yang berjudul : Keruntuhan Monarchi Simalungun.........dstnya, oleh Erond L Damanik, iposting Parlindungan Damanik, dong kalimat "Akhir dari Kerajaan Simalungun ini adalah terjadinya amarah massa pada tahun 1946 yang dikenal dengan Revolusi Sosial". Sukkun2, ise do massa na marah on ? Rakyat inggot ni huta ai do ?
  • Parlindungan Damanik Copas sebagian ..... Mara Silu , Malikul Saleh, Sultan Samudra Pase , Raja Nakur
    ====================
    Kesultanan Pasai, juga dikenal dengan Samudera Darussalam, atau Samudera Pasai, adalah kerajaan Islam yang terletak di pesisir pantai utara Sumatera,
    kurang lebih di sekitar Kota Lhokseumawe dan Aceh Utara, Provinsi Aceh, Indonesia.

    Belum begitu banyak bukti arkeologis tentang kerajaan ini untuk dapat digunakan sebagai bahan kajian sejarah.[1] Namun beberapa sejarahwan memulai menelusuri keberadaan kerajaan ini bersumberkan dari Hikayat Raja-raja Pasai,[2] dan ini dikaitkan dengan beberapa makam raja serta penemuan koin berbahan emas dan perak dengan tertera nama rajanya.[3]

    Kerajaan ini didirikan oleh Marah Silu, yang bergelar Sultan Malik as-Saleh, sekitar tahun 1267. Keberadaan kerajaan ini juga tercantum dalam kitab Rihlah ila l-Masyriq (Pengembaraan ke Timur) karya Abu Abdullah ibn Batuthah (1304–1368), musafir Maroko yang singgah ke negeri ini pada tahun 1345. Kesultanan Pasai akhirnya runtuh setelah serangan Portugal pada tahun 1521.

    Pembentukan awal

    Berdasarkan Hikayat Raja-raja Pasai, menceritakan tentang pendirian Pasai oleh Marah Silu, setelah sebelumnya ia menggantikan seorang raja yang bernama Sultan Malik al-Nasser.[2] Marah Silu ini sebelumnya berada pada satu kawasan yang disebut dengan Semerlanga kemudian setelah naik tahta bergelar Sultan Malik as-Saleh, ia wafat pada tahun 696 H atau 1297 M.[4] Dalam Hikayat Raja-raja Pasai maupun Sulalatus Salatin nama Pasai dan Samudera telah dipisahkan merujuk pada dua kawasan yang berbeda, namun dalam catatan Tiongkok nama-nama tersebut tidak dibedakan sama sekali. Sementara Marco Polo dalam lawatannya mencatat beberapa daftar kerajaan yang ada di pantai timur Pulau Sumatera waktu itu, dari selatan ke utara terdapat nama Ferlec (Perlak), Basma dan Samara (Samudera).

    Pemerintahan Sultan Malik as-Saleh kemudian dilanjutkan oleh putranya Sultan Muhammad Malik az-Zahir dari perkawinannya dengan putri Raja Perlak. Pada masa pemerintahan Sultan Muhammad Malik az-Zahir, koin emas sebagai mata uang telah diperkenalkan di Pasai, seiring dengan berkembangnya Pasai menjadi salah satu kawasan perdagangan sekaligus tempat pengembangan dakwah agama Islam. Kemudian sekitar tahun 1326 ia meninggal dunia dan digantikan oleh anaknya Sultan Mahmud Malik az-Zahir dan memerintah sampai tahun 1345. Pada masa pemerintahannya, ia dikunjungi oleh Ibn Batuthah, kemudian menceritakan bahwa sultan di negeri Samatrah (Samudera) menyambutnya dengan penuh keramahan, dan penduduknya menganut Mazhab Syafi'i.[5]

    Selanjutnya pada masa pemerintahan Sultan Ahmad Malik az-Zahir putra Sultan Mahmud Malik az-Zahir, datang serangan dari Majapahit antara tahun 1345 dan 1350, dan menyebabkan Sultan Pasai terpaksa melarikan diri dari ibukota kerajaan
    Relasi dan persaingan

    Kesultanan Pasai kembali bangkit dibawah pimpinan Sultan Zain al-Abidin Malik az-Zahir tahun 1383, dan memerintah sampai tahun 1405. Dalam kronik Cina ia juga dikenal dengan nama Tsai-nu-li-a-pi-ting-ki, dan disebutkan ia tewas oleh Raja Nakur. Selanjutnya pemerintahan Kesultanan Pasai dilanjutkan oleh istrinya Sultanah Nahrasiyah.

    Armada Cheng Ho yang memimpin sekitar 208 kapal mengunjungi Pasai berturut turut dalam tahun 1405, 1408 dan 1412. Berdasarkan laporan perjalanan Cheng Ho yang dicatat oleh para pembantunya seperti Ma Huan dan Fei Xin. Secara geografis Kesultanan Pasai dideskripsikan memiliki batas wilayah dengan pegunungan tinggi disebelah selatan dan timur, serta jika terus ke arah timur berbatasan dengan Kerajaan Aru, sebelah utara dengan laut, sebelah barat berbatasan dengan dua kerajaan, Nakur dan Lide. Sedangkan jika terus ke arah barat berjumpa dengan kerajaan Lambri (Lamuri) yang disebutkan waktu itu berjarak 3 hari 3 malam dari Pasai. Dalam kunjungan tersebut Cheng Ho juga menyampaikan hadiah dari Kaisar Cina, Lonceng Cakra Donya.[6]

    Sekitar tahun 1434 Sultan Pasai mengirim saudaranya yang dikenal dengan Ha-li-zhi-han namun wafat di Beijing. Kaisar Xuande dari Dinasti Ming mengutus Wang Jinhong ke Pasai untuk menyampaikan berita tersebut.[6].....................
    http://id.wikipedia.org/wiki/Kesultanan_Samudera_Pasai
  • Erond L Damanik Pak Djaja Surapati Saragih: untuk selengkapnya tentang uraian 'Massa' disitu, dapat dibaca di Anthony Reid. 1992. The Blood of the People: Revolution and The End of Traditional Rule of Sumatera. (Sudah diterjemahkan ke bahasa Indoensia)........
  • Karles Hasiholan Sinaga Friendky Sejati = okelah lawei semoga tahan sama boru sinaga yang terkenal garang dan galaknya. sai horasma.
    Siraja Batak itu ada, tapi perlu sebuah rekayasa untuk menyambung dengan Tarombo Toba.
    Sabar mungkin dalam seminggu ini aku Publish. lagi ngerjain terjemahan dulu abis bahasa inggri aku kacau balau.
  • Erond L Damanik Coba dibaca seluruh buku toba na sae. Maka akan ketahuan bahwa, Sitor menulis buku itu dengan membentangkan sejarah mereka dari siraja batak hingga sm raja adalah segaris keturunan dengan sitor yang bermarga situmorang....
  • Karles Hasiholan Sinaga Ya Pak Erond L Damanik, dan dia juga buat Sinaga itu adeknya Situmorang (mencoba menghilangkan kesulungan kami Sinaga) Tapi sisi Positifnya Lontung dengan Pandeta Raja Sinaga nya tidak tunduk Pada SM Raja tapi diperhalus dia dengan Menghormati SMR.
    Lum
    ayan bisa dibanggakan Ompung saya itu, meski besok aku tetap kerja, tapi leluhurku boleh tahan juga.
    Semua sejarah pastinya tidak boleh lepas dari kepentingan penulis, setidaknya perasaannya yang menggiring, seperti Sitor Situmorang. diateitupa.
  • Erond L Damanik Baca juga buku WB Sijabat tentang Ahu sisingamangaraja. Hal yang sama akan diketahui bahwa Sijabat mencoba mendamaikan SM Raja dengan Nomensen, walaupun kedua tokoh ini tak pernah damai. Maka buku itupun habis dimaki oleh Uli Kozok. Sejak saat itu, saya tak pakai buku Toba Na Sae dan buku Ahu Sisingamangaraja......
  • Erond L Damanik Tidak objektif..........
  • Karles Hasiholan Sinaga itu sebenarnya salah satu misteri Batak, mengenal tulisan tetapi kenapa sejarah tak tertulis (atau masih disimpa Barat), jadi sumber2 kita dari luar yang banyak dan ntah gimana juga kepentingan mereka. tapi ya setidaknya yang kita kembangkan adalah yang berguna untuk kesatuan kita, apakah kelak di bawah bayang2 nagur atau Batak atau apapun namanya.
    Lalu hal yang sangat sulit mengembangkan pola pikir dan kebudayaan sesuai apa yang sudah dirancang oleh nenek moyang, meski akhirnya penyimpangan banyak terjadi. tapi itulah hidup penuh liku, jaya kemarin, habis besok, bangkit lagi kalau bisa kalau tak digantikan yang baru.
  • Parlindungan Damanik Uli Kozok , pernah membuka Blog Teori tentang Kerajaan Nagur di Simalungun dengan Nakur di Pidie ( Aceh ) oleh Rouffaer, Gerrit Pieter (1860-1928) http://www.historici.nl/Onderzoek/Projecten/BWN/lemmata/bwn1/rouffaer
    ===================
    Teori yang
    menyamakan Kerajaan Nagur di Simalungun dengan Nakur di Pidie (Aceh) awalnya dikemukakan oleh Gerrit Pieter Rouffaer (1860-1920). Namun teori itu tidak pernah menjadi populer di kalangan sejarawan, dan ahli Simalungun Tideman dengan tegas menyatakan bahwa Rouffaer keliru. Apalagi Nakur itu dikatakan kerajaan yang sangat kecil dengan jumlah penduduk hanya sekitar 1000kk.

    Belakangan ini bermunculan klaim seolah-olah Nagur pernah merupakan kerajaan besar di Sumatra Utara setara dengan Kerajaan Aru. Malahan dikatakan bahwa Nagur itu ramai disebut oleh para pengelana seperti Marco Polo, Ibn Battuta, dan Mendes Pinto. Ketika saya periksa sumber asli di perpustakaan, hasilnya kosong. Sampai sekarang saya belum mendapatkan rujukan yang menyebut Nagur atau Nakur.

    Jadi bagaimanakah Nagur itu? Silakan ikut nimbrung di
    http://ulikozok.com/?p=1
    ==========================
    dicoba dengan terjemahan google translated

    Rouffaer, Gerrit Pieter (1860-1928)

    Rouffaer, Gerrit Pieter, ahli ilmiah serbaguna sehubungan dengan Hindia Belanda (Kampen 1860/07/07 - 1928/08/01 Den Haag). Rouffaer putra Benyamin, seorang kapten di angkatan laut pedagang, dan Johanna Susanna Bondam. Dia belum menikah.

    Rouffaer kiri setelah sekolah tinggi pada tahun 1877 di Universitas Politeknik Delft mendaftar. Setelah dua tahun ia memutuskan studinya untuk insinyur pertambangan. Ada waktu perjalanan panjang seni melalui Eropa dan sebagian besar diri. Periode ini berakhir pada 1885 saat kakaknya, dengan siapa ia tinggal di Diepenveen, meninggal. Rouffaer memutuskan untuk pergi ke Hindia Belanda, mungkin untuk mengalihkan perhatian sendiri. Alasan lain tidak diragukan lagi kekagumannya Multatuli, yang tulisan-tulisannya ia telah bertemu di Delft. Akhir tahun 1885 ia tiba di Batavia. Segera dia dihadapkan dengan gosip India dan menggerutu. Dalam berbagai wawancara ia mencoba untuk pergi ke belakang penyebabnya. Banyak dari apa yang ia dengar, ia menulis dalam naskahnya dalam membaca gambar jelas buku harian idem, data berharga aman melalui India vastleggend histoire intime. Ini melihat ke latar belakang arti India ketidakpuasan dipimpin Rouffaer ini sangat meragukan ide-ide liberalnya kolonial. Dia bertanya-tanya apakah itu dibenarkan bahwa parlemen di Belanda ikut campur dalam urusan Indonesia. Sementara itu Rouffaer mulai untuk masyarakat India sangat tertarik bahwa rencana awalnya (setelah 8 bulan kembali ke Belanda untuk belajar melukis Belanda) di latar belakang adalah. Lagi dan lagi ia membuat keberangkatannya, sehingga tinggal di India ada akhirnya satu tahun lima. Ini juga merupakan dasar untuk karir masa depannya. Awalnya ditahan Rouffaer Havelaar yang bersangkutan dengan kasus ini. Dia mendokumentasikan dirinya benar-benar untuk ini, termasuk banyak percakapan dengan pejabat yang terlibat dalam kasus tadi. Sayangnya, ia tidak pernah menyelesaikan investigasinya. Catatannya dan studi yang diawetkan. R. Nieuwenhuys bersaksi dalam artikelnya 'Rouffaer dan Multatuli "betapa pentingnya bahan ini bahkan hari ini. Meskipun mengagumi Multatuli telah Rouffaer sebagai penulis, ia tidak buta terhadap kesalahan sebagai PNS. Terutama kurangnya empati dalam tradisi Banten ia diperhitungkan untuk Multatuli.

    Selama 1886, Rouffaers perhatian ditarik oleh Hindu-Jawa antik. Dalam surat kepada Masyarakat Batavia Seni dan Ilmu Pengetahuan, misalnya, ia menjelaskan beberapa bas-relief Candi Borobudur dan Dieng di atas reruntuhan. Jika dia pergi ke Yogyakarta pada tahun 1887 ia menjadi lebih dan lebih tertarik pada negara-negara pertanian dari Kepangeranan, meskipun minatnya pada benda antik Jawa tidak pernah hilang. Untuk studi pertanian, ia membuat banyak salinan dari arsip lokal. Seperti yang dilakukannya dalam kasus Havelaar telah dilakukannya, ia mencoba lagi di pihak Indonesia dari hubungan kolonial di mana untuk hidup. Baru kemudian tahun, bagaimanapun, bahwa pada tahun 1905 hasil studinya di Bagian IV dari Ensiklopedia Hindia Belanda, yang diterbitkan di bawah 'Kepangeranan' kepala. Pada tahun 1931, karya inovatif dalam Adatrechtbundel dicetak ulang................................

    http://www.historici.nl/Onderzoek/Projecten/BWN/lemmata/bwn1/rouffaer
  • Parlindungan Damanik Uli Kozok menyampaikan dalam Group DINASTY NAGUR
    Uli Kozok : Bahwa Nakur/Nagur itu termasuk Batak merupakan INTERPRETASI, bukan FAKTA. Yang dikatakan oleh Cheng Ho adalah bahwa Nakur terletak BARAT dari Samudra (sedangkan Simalungun terletak di TENGGAR
    A). Lalu dikatakan bahwa Nakur/Nagur merupakan kerajaan sangat kecil yang terdiri dari hanya satu kampung dan menganut bahasa dan adat setempat (Aceh/Melayu bukan Batak). Menurut rekonstruksi, Nagur/Nagur itu terletak di sekitar Pidie. Sangat sukar untuk menghubungkannya dengan Simalungun. Rouffaer memang berpendapat seperti itu, tetapi kebanyakan sejarawan menolak interpretasi Rouffaer.
    5 Juli pukul 16:29 · Batal Suka · 1
    =============
    Uli Kozok : Tulisan di atas ditulis oleh orang yang tidak begitu memahami bidangnya. Misalnya ia tidak tahu perbedaan fundamental antara bahasa dan aksara sehingga timbul kesan seolah-olah bahasa Simalungun berasal dari India yang tentu tidak benar. Tiada dasar ilmiah apa pun untuk Proto dan Deutero Simalungun. Apalagi "teori" bahwa Simalungun berasal dari "pengembara India Selatan". Terus, menurut Groeneveldt bukan PUSAT kerajaan Nagur/Nakur berada di pidie melainkan seluruh kerajaan mini tersebut yang penduduknya hanya terdiri atas satu kamopung dengan 1000 kepala keluarga.
    19 Juli pukul 23:47 · Suka · 1

    =====================

    Uli Kozok : Masalahnya 1. pertumbuhan penduduk tidak begitu tinggi, 2. Nakur itu dikatakan terletak di Pidie. Jarak Pidie-Simalungun sekitar 600km, sama dengan jarak Simalungun-Padang, 3. Nagur memiliki adat-istiadat setempat (Aceh atau Melayu). Karena alasan-alasan tsb maka tidak ada seorang sejarawan yang berani mempertahankan spekulasi Rouffeur.
    21 Juli pukul 10:59 · Batal Suka · 1
    ===========
    Nagurata : bila melihat tulisan anda Perkembangan Aksara Batak / Tulisan / Surat Batak ( berasal satu pokok ).
    Aksara Batak berasal dari Aksara India yang ter­tua adalah aksara Brahmi >> India Selatan>> Aksara Palawa >> Kawi Sumatera >> Surat Batak

    ====================
    Menurut saya Rouffaer tidak keliru. Jadi dari Kerajaan Nagur / Nakur dengan jumlah penduduk hanya sekitar 1000 kk tahun 1300-1400 M dan tahun 2000 kita sudah dapat menghitungnya sendiri beserta persebarannya ke seluruh Nusantara bahkan Dunia.
    =======================
    Aksara Batak mula-mula berkembang di daerah Angkola-Man­dai­ling, barangkali tidak jauh dari perbatasan Sumatra Barat. Dari sana ak­sara Batak tersebar arah ke utara sehingga terbentuk sebuah aksara purba Toba-Timur–Simalungun (kemudian disebut Toba-Si­malungun) di dareah antara Parapat dan Balige yang subur dan padat penduduk. Ak­sara Simalungun kemudian tidak menunjukkan perkemba­ngan yang ber­arti, tetapi berubah sedikit bentuknya se­hingga semua aksara kelihatan seperti terdiri dari garis-garis yang terpisah-pisah sebagaimana kelihatan sekali pada huruf Ma dan Ra.

    Aksara purba Toba-Simalungun menurunkan dua jenis hu­ruf: Toba Timur yang menggunakan Ta dan Wa selatan: , dan , dan Toba Barat yang menggunakan Ta dan Wa utara: dan . Bentuk utara ini dapat dianggap se­bagai perkembangan kemudian yang masuk dari Toba Barat ke Pak­pak-Dairi ( dan ) dan Karo (hanya ). Perlu dite­gaskan di sini bahwa tidak ada garis pasti antara ‘Toba Timur’ dan ‘Toba Barat’. Naskah yang dapat dipastikan daerah asal­nya terlalu sedikit. Lagi pula, bentuk huruf mana yang di­pakai oleh salah seorang juga sangat tergantung pada gurunya. Sifat datu yang suka mengembara turut menga­burkan ba­tas-batas antara daerah.

    Daerah Karo dapat dipastikan sebagai daerah yang paling bela­kangan menerima aksara Batak. Tetapi justru di daerah ini, tulisannya berkem­bang sangat subur. Ratusan naskah Karo yang tersimpan di berbagai koleksi di mancanegara mem­buktikan bahwa bukan saja para datu (di Karo disebut guru) bisa membaca dan menulis. Di situ juga banyak ter­dapat pu­las – semacam surat kaleng yang di daerah Karo juga terkenal sebagai musuh běrngi (musuh di malam hari). Tetapi bukti yang paling kuat bahwa aksara Batak cukup umum diketahui oleh para pria Karo adalah kebiasaan menulis ratapan percintaan (bilang-bilang) di ruas-ruas bambu. Barangkali justru karena surat Batak di Karo menjadi demikian populer, maka terjadi perkembangan-perkembangan yang baru seperti dibuktikan oleh hu­ruf Mba dan Nda yang khas Karo.

    http://suratbatak.wordpress.com/sejarah/
    http://id.wikipedia.org/wiki/Aksara_Nusantara
    21 Juli pukul 14:58 · Batal Suka · 1
  • Mahdani Sinaga Copypaste teyuuusss...
  • Parlindungan Damanik Tertulis 11. Radja Ihutan Sinaga di Lottung , 14 Radja Israil di Bungabondar ,18 Radja Sang Madjadi di ?? di Buku Sutan Martua Siregar ( SMR ), silahkan klik...See More
  • Parlindungan Damanik Kerajaan Nagur di buku Struktur Sosial dan Sistim Politik Batak Toba hingga tahun 1945 oleh Bungaran Antonius Simanjuntak Edisi pertama Mei 2006
    http://books.google.co.id/books?id=h655ESOLbdwC&pg=PA27&dq=kerajaan+nagur&hl=en&sa=X&ei=gibRUPmsEY6yrAf0sIGoDw&ved=0CEEQ6AEwAw#v=onepage&q=kerajaan%20nagur&f=false
  • Dinasty Nagur Lanjut Pak Erond L Damanik , kami menyimak
  • Parlindungan Damanik Lanjut diskusinya
  • Sita Damanik Naima tongon .

No comments:

Post a Comment